Mohon tunggu...
Dino
Dino Mohon Tunggu... Guru - Guru SMAN 39 Jakarta

Di atas sana, di ladang awan Senyummu membelai matahari yang malu Angin berbisik memperdengarkan Bahwa senyummu meruntuhkan langit yang biru.

Selanjutnya

Tutup

Roman Pilihan

Hujan Rindu di Sabtu Pagi

16 Maret 2024   14:00 Diperbarui: 8 April 2024   21:19 385
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hujan Rindu, Sumber Gambar: Dino Lesmana Hadi

Angin tidak bernegosiasi pada daun yang gugur.

Terik tidak tawar menawar pada keringat,

bahkan hujan tidak akan menyamar terlalu lama sebagai awan hitam.

Sabtu pagi ini hujan mengguyur deras bumi pertiwiku, sedari malam dini hari hingga fajar menyingsing. Butiran hujan tiada henti membasahi relung hati, membuat tubuh bagaikan beku dengan perlahan. Secara umum, tetesan air hujan jatuh dengan kecepatan antara 15-25 mil per jam atau 24-40 km/jam ketika mereka mulai turun. Namun, kecepatan ini akan tergantung pada ukuran tetesan airnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Luis Villazon, seorang pendidik sains dan teknologi. Menurutnya kecepatan tetesan hujan tergantung pada ukurannya.
Tetesan dalam hujan ringan 100 kali lebih besar dan jatuh pada kecepatan sekitar 22,5 km/jam. Tetesan hujan terbesar kemungkinan adalah 5mm dan menyentuh tanah dengan kecepatan 32 km/jam, dikutip dari BBC Science Fokus. (https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6374579/berapa-kecepatan-jatuhnya-air-hujan.)

Lalu berapakah kecepatan sebuah rindu datang menyergap di aliran darah setiap insan? Rindu itu berat (film Dilan 1990), yah kecepatan rindu itu melebihi kecepatan datangnya air hujan, rindu tidak butuh atmosfir penghalang, rindu tidak memerlukan awan hitam sebagai pembuka tabir, bahkan sebuah kerinduan datang melebihi kilatan petir.

Emily Simonian mengatakan, yang terpenting adalah mindset atau cara berpikir kita. "Kita harus bisa menyiapkan diri, jika harus menanggung rindu," ucapnya. Selamat merindu dengan sehat.

Kutarik kembali selimut usai ba'da sholat subuh, tubuhku malas beraktifitas, kunikmati suara tetesan air hujan di luar sana,betapa Tuhan itu adil dalam membagi hujan dan terik, hujan turun begitu pula dengan rahmatNya, jadi waktu hujan adalah salah satu waktu yang baik untuk berdoa. Aku berdoa pelan dalam balik selimut kerinduan, apakah rinduku sampai padanya ya Rab?.

Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali (wafat 505 H) dalam kitabnya memberikan definisi bahwa rindu adalah konsekuensi dari adanya mahabbah (cinta) terhadap suatu objek. Dengan cinta, rindu akan datang dengan sendirinya. Rindu sendiri merupakan sesuatu yang sifatnya emosional tinggi untuk bisa bertemu dengan orang yang dirindukan. Selain sebagai konsekuensi dari adanya cinta, rindu juga merupakan yang siapa pun akan merasakannya. Oleh karenanya, cinta dan rindu tidak bisa dipisahkan dan tidak bisa diingkari keberadaannya. Lebih lanjut Imam Al-Ghazali mengatakan, "Ketahuilah! Sungguh orang-orang yang mengingkari esensi cinta, maka juga seharusnya ingkar pada esensi rindu. Sebab, rindu tidak bisa tergambar kecuali pada orang yang dicinta." (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Ma'rifah, cetakan ketiga: 1998], juz IV, halaman 322).
(Sumber: https://islam.nu.or.id/tasawuf-akhlak/rindu-dalam-pandangan-imam-al-ghazali-Qmvw1).

Aku diam bukan karena tak ada rasa. Aku hanya berusaha menjaga apa yang seharusnya dijaga, kau saja yang tak tahu. Aku diam di hadapanmu, tapi di hadapan Allah namamu terus kugema. Demikian aku membatin lirih, ah.. sulit sekali mata ini terpejam. Aku bangkit menuju bilasan, menguyur rasa malas dengan dinginnya air hujan yang meresap jauh ke tanah lalu naik ke toren air dan jatuh kembali melalui kran kamar mandi, begitu bersih dan jernih, seperti itu pula rinduku padamu.

Kubuka laptop setelah tubuh hlang penat dan segar kembali, kucoba merangkai kata yang bisa menjadi warisanku nanti di usia yang semakin senja, literasiku tidak terlalu baik tapi pikiranku aku penuh imajinasi yang absurd. Absurd itu adalah pola pikir yang tidak masuk akal, mustahil, lucu, konyol, bahkan menggelikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Roman Selengkapnya
Lihat Roman Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun