Analisis

Analisis Semiotika Poster Kampanye Cagub & Cawagub Gubernur DKI Jakarta Basuki-Djarot

16 Mei 2018   13:54 Diperbarui: 16 Mei 2018   15:18 891 0 0
Analisis Semiotika Poster Kampanye Cagub & Cawagub Gubernur DKI Jakarta Basuki-Djarot
(Dok. Teman Ahok)

Basuki Tjahaja Purnama "Ahok" - "Djarot"  Saiful Hidayat merupakan pasangan calon Gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 2. Pada tanggal 20 September 2016 lalu, PDI Perjuangan secara resmi mengumumkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

Layaknya kandidat-kandidat lainnya , pasangan Ahok-Djarot menggunakan poster sebagai salah satu alat/media untuk mengkampanyekan tujuan dan rencana kerja mereka menuju DKI Jakarta yang lebih baik. Poster tersebut termasuk kedalam bentuk poster politik yang dirancang dengan menggunakan ilmu -- ilmu DKV.

Salah satu disiplin ilmu DKV yang mempelajari tentang bagaimana cara untuk memaknai sebuah tanda (verbal dan visual) adalah Semiotika. Dan berdasarkan analisis semiotika yang telah dilakukan untuk mengkaji poster kampanye ini dapat ditemukan makna-makna sebagai berikut :

Identifikasi Tanda Verbal 1 (Headline)

"BASUKI DJAROT"

Analisis:

Pada pesan verbal pertama " BASUKI DJAROT " merupakan headline dari iklan kampanye untuk pemilihan gubernur DKI Jakarta, font yang digunakan adalah Sans Serif dengan font style Bold Italic,  dan pada peletakkan font dibuat ukuran lebih besar agar mudah dibaca dan diketahui khalayak saat melihat iklan kampanye politik ini.

Font sedikit dibuat dengan arah diagonal dengan ditambahkan 2  buah garis diagonal yang mempresentasikan sebagai menyerupai anak tangga yang bermakna sebuah tempat berpijak, yang dimaksud itu adalah sebagai proses dimana mereka memulai dari bawah sampai keatas dan garis diagonal sendiri memiliki arti yang tidak stabil, sesuatu yang selalu bergerak, tenaga kekuatan atau dinamika.

Dibuatkan secara diagonal dari kiri bawah menuju kanan kearah atas sebagai tanda menunjukan kearah yang lebih baik serta font diberi warna merah agar terlihat terkesan tegas.

Identifikasi Tanda Verbal 2

 Angka "2"

 Analisis:

Angka 2 merupakan nomor urut yang di dapatkan Basuki dan Djarot dalam pencalonan dirinya sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Jakarta, Angka ini digambarkan dengan menggunakan background berwarna merah, dan angka didalamnya berwarna putih agar terbaca lebih jelas. 

Peletakan posisi angka 2 yang berada di pojok kanan atas dan dibingkai dengan bentuk menyerupai pita bertujuan untuk mengimbangi tulisan BASUKI DJAROT yang berada di bagian kiri atas sehingga menciptakan sebuah komposisi yang seimbang (keseimbangan asimetris).

Angka 2 juga dimaknai sebuah jargon untuk memimpin dua periode. "Kita syukuri bahwa nomor urut dua seakan-akan menginginkan agar Ahok - Djarot memimpin kembali dua periode." Kata Sekertaris Dewan Pemimpin Wilayah Partai Nasional Demokerat (NasDem) DKI Jakarta Wibi Andrino, di Jakarta, Rabu, 26 Oktober 2016. (dikutip dari "Republika").

Identifikasi Tanda Verbal 3 (Sub-Headline)

"#PerjuanganBelumSelesai"

Setiap suaramu akan memastikan selesainya pembangunan Jakarta

Analisis:

 #PerjuanganBelumSelesai yang ditulis dengan huruf bold dan diikuti kalimat 'Setiap suaramu akan memastikan selesainya pembangunan Jakarta' digunakan sebagai sub-headline kampanye politik pasangan ahok-djarot pada poster ini. Penggunaan hastag disini merupakan pendekatan penyampaian pesan yang digunakan agar terasa lebih dekat dengan khalayak dan lebih kekinian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4