Mohon tunggu...
Didno
Didno Mohon Tunggu... Guru - Guru Blogger Youtuber

Guru yang suka ngeblog, jejaring sosial, nonton bola, jalan-jalan, hobi dengan gadget dan teknologi. Info lengkap didno76@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Belajar dari Orang Desa Saat Menghadapi Covid-19 dan Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan

3 April 2020   10:06 Diperbarui: 3 April 2020   10:20 620
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesibukan ibu-ibu di pasar (Dok. Pribadi)

Sebagai pembina upacara (Dok. Pribadi)
Sebagai pembina upacara (Dok. Pribadi)
Selain itu saya juga memberikan penjelasan tentang cara mengatasi virus corona seperti sering-sering mencuci tangan dengan sabun, bersih-bersih kondisi lingkungan sekitar, jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing dan social distancing, makan makanan bergizi, olahraga, istirahat yang cukup dan diam di rumah agar terhindar dari penyebaran virus Covid-19. 

Setelah para siswa diberi tugas oleh bapak dan ibu gurunya masing-masing. Para pelajar langsung di pulangkan ke rumahnya masing-masing. Begitu juga bapak dan ibu gurunya langsung pulang menuju ke rumah masing-masing.

Setelah pemberitaan di media mainstream dan televisi yang bertubi-tubi mengenai Covid-19 atau virus corona, maka masyarakat mulai panik. Banyak orang yang berburu bahan makanan untuk persediaan selama beberapa hari di supermarket atau minimarket.

Sumber Kompas.com
Sumber Kompas.com
Selain itu barang-barang seperti masker, hand sanitizer, desinfektan mulai langka di pasaran. Bahkan APD (Alat Pelindung Diri) yang biasa digunakan oleh tenaga medis yang biasanya melimpah bahkan sering diimpor ke luar negeri, tiba-tiba kosong di pasaran bahkan kalaupun ada harganya selangit. 

Ada pula nasabah yang mulai menarik simpanan dari bank secara tidak porposional dengan melakukan penarikan simpanan di bank secara besar-besaran (rush), selain itu banyak pula yang melakukan transaksi spekulasi sekedar mencari keuntungan pribadi, dan melakukan panic selling atau panic redeeming terhadap beberapa produk.

Ditambah lagi penyebaran-penyebaran informasi hoax di media sosial dan aplikasi perpesanan semakin masif  yang membuat orang semakin panik. Mereka seakan-akan ditakuti bahwa orang yang terkena virus corona hidupnya tidak akan lama lagi. Padahal ada banyak orang yang sembuh dari virus Covid-19.

Penyebar berita hoax akhirnya ditangkap (Dok. Kompas.com)
Penyebar berita hoax akhirnya ditangkap (Dok. Kompas.com)
Masifnya informasi hoax tersebut membuat tenaga medis tidak mau pulang karena kalau pulang ke rumah atau ke kontrakannya, masyarakat yang ada di sekitar khawatir tertular virus corona. Begitu juga dengan ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan) jarang yang dijenguk oleh keluarganya karena ketakutan tertular.

Tetapi sebagai seorang guru dan juga blogger yang tinggal di desa, saya merasakan kehidupan di desa berbeda sekali dengan kehidupan di kota yang diberitakan di televisi, dan media mainstream atau media sosial. Masyarakat desa tidak terlalu berlebihan menghadapi virus Corona. 

Inilah beberapa bukti perilaku cerdas masyarakat desa dalam menghadapi penyebaran virus Corona dan membantu pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan :

Pertama, Percaya, tawakal dan ikhtiar Kepada Sang Pencipta. Masyarakat desa tetap percaya dan tawakal kepada Allah SWT dengan segala hal termasuk dalam menghadapi musibah virus Corona dengan berpasrah dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT sehingga mereka tidak ada kekhawatiran berlebihan. 

Mereka pasrah dan berserah diri sambil berikhtiar atau berusaha secara sungguh-sungguh baik dalam mencari nafkah atau mengatasi penyebaran virus corona. Mereka yakin bahwa hidup dan mati sudah diatur oleh Sang Pencipta yang penting sudah tawakal dan ikhtiar.   

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun