Mohon tunggu...
Didin Emfahrudin
Didin Emfahrudin Mohon Tunggu... Pujangga Linglung

DIDIN EMFAHRUDIN adalah penulis muda bertanah air Indonesia. Menghabiskan masa kecil di madrasah dan TPQ Baitul Amin di pedusunannya yang berada di bumi wingko, Babat-Lamongan. Saat remaja, ia dikirim nyantri di Pondok Pesantren Al-fattah Siman Lamongan. Mencandui organisasi, buku, film dan kopi sejak masa remaja. Pernah “incip” berkuliah di Universitas Brawijaya, STIE YPBI Jakarta dan STIH Sunan Giri Malang. Pernah bersinggah menjadi aktivis di OSIS, IPNU, PMII, BEM dan FORNASMALA. Buku pertamanya berjudul Teruntuk Para Pembeda (Guepedia, 2019) adalah sebuah buku antologi syair motivasi. Selain aktif menulis di media online dan offline: berupa buku, berita, artikel, syair, puisi, cerpen dan novel. Ia kini menekuni pekerjaan sebagai trainer dan fasilalitor di Yayasan Quality Indonesia. Untuk mengajak diskusi atau sekedar sharing, dapat dihubungi melalui emailnya, didin.emfahrudin@gmail.com atau via IG @didin.emfahrudin dan serta lewat Facebook-nya dengan nama akun yang sama.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Semesta Bersujud

27 September 2020   16:01 Diperbarui: 27 September 2020   16:05 23 8 1 Mohon Tunggu...

Ada masa disaat sobat
Pernah memiliki sejuta hasrat
Amat besar dan menggebu-gebu
Untuk melawan, menantang dan jungkir balik memburu
Ingin menggenggam serta menguasai dunia menjadi nomor satu
Seolah engkulah manusia yang paling benar dan pasti mampu berkuasa
Ketahuliah sobat
Semestamu saat itu masihlah semesta menengadah.

Lalu pasti akan datang
Waktu buat sobat merasa lelah berkumandang
Atas apa yang selama ini engkau lantangkan
Yang dulu segera ingin kau capai dan perjuangkan
Semua yang kalu lakukan itu, nyatanya belum bisa membahagiakan
Sobat lantas menyesal dan mengeluh
Karena telah mengejar sebuah kehampaan penuh peluh
Ketahuilah sobat
Semestamu kala itu adalah semesta membungkuk

Kemudian di suatu titik jedah
Dalam penjelajahan kehidupan
Sobat sungguh ingin ikhlas dan berpasrah
Akan terdiam dalam sunyi
Juga di keramaian bahkan engkau tak ingin bersemi
Mencari keheningan apa itu kodrat seorang insan
Di situlah sobat berusaha mencari arti
Kepada siapa, untuk apa, dan sampai kemanakah langkah hidup ini
Menggubah haluan atau ingin terus bertransformasi
Menuju kesejatian langkah atau terus saja tersandera oleh sebuah tendensi
Bersyukurlah engkau wahai sobat
Karena semestamu kini semesta bersujud


2019
Didin Emfahrudin

***Puisi ini telah dimuat dalam buku antologi puisi Menenun Rinai Hujan (Sebuku, 2019) Sayembara Menulis Buku  Bersama Sapardi Djoko Damono oleh GMB Indonesia.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x