Mohon tunggu...
Whydiki
Whydiki Mohon Tunggu... Nihilistik

Lagi belajar nulis dan niaga.

Selanjutnya

Tutup

Digital Artikel Utama

Bukti Twitter Membentuk Netizen yang Beretika

9 November 2019   07:06 Diperbarui: 9 November 2019   14:53 0 5 1 Mohon Tunggu...
Bukti Twitter Membentuk Netizen yang Beretika
sumber: pexels.com

Twitter, media sosial paling underrated dalam kurun waktu belakang ini. Dengan tampilan full text dan murni mengandalkan trending serta kejenakaan penggunanya, membuat twitter seakan tak menarik bagi pengguna baru yang sudah terjerumus ke Instagram dan Facebook. Setidaknya hal ini diamini oleh beberapa tahun lalu kala Twitter nyaris kolaps.

Namun, seleksi alam tak menghentikan laju Twitter. Mereka bertransformasi menjadi media para pembangkang yang muak dengan drama Instagram dan Facebook yang melewati batas wajar ke alayan.

Menjadi diri sendiri, mengamini kesengsaraan dalam balutan kebersamaan serta menjadi senjata paling ampuh untuk menyuarakan pendapat, merupakan indikasi bahwa Twitter berada dalam tingkat evolusi berbeda dalam media sosial.

Twitter, turut meningkatkan budaya membaca penggunanya

Beda halnya dengan sosial media lain, di Twitter kita tak bisa menyimpulkan isi postingan berdasar judul saja. Apalagi jika itu berupa thread/utas. Karena bisa saja, isi cuitan tersebut memuat alur plot twist atau kiasan yang perlu ditelaah lebih dalam.

Ditambah, dengan minimnya grafik atau gambar dalam suatu postingan, membuat penggunanya mau tak mau harus membaca sampai habis dan dibuat tak manja oleh indahnya visual layaknya instagram.

Kalimat baru, pemahaman baru dan isu baru yang sedang diangkat dan kebetulan trending, membuat pikiran warga Twitter terangsang untuk mencari makna sebenarnya dengan apa yang dibicarakan orang.

Maka tak heran jika para pengguna baru akan kebingungan dengan istilah mutual, sambat maupun rl yang bertebaran di base, beranda maupun halaman trending topic.

Lambat laun, Twitter menciptakan suatu kelompok netizen yang taat membaca dan melahap habis postingan tanpa memaki-maki duluan. Mereka juga santai dengan isu-isu panas yang sedang terjadi karena ketelitian dan kedewasaan mereka dalam bermedia sosial.

Baca juga: Terjebak dalam lingkungan 'Toxic'

Rakyat twitter, netizen paling dewasa di antara para pengguna sosial media lain?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2