Mohon tunggu...
Adrian Diarto
Adrian Diarto Mohon Tunggu... orang kebanyakan

orang biasa. sangat bahagia menjadi bagian dari lansekap merbabu-merapi, dan tinggal di sebuah perdikan yang subur.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Penyapu Jalan dan Deru Kereta Dini

1 Agustus 2020   02:03 Diperbarui: 1 Agustus 2020   02:01 123 9 0 Mohon Tunggu...

Di mana tempat sepi dijumpai?

Aku menjumpai di tempat-tempat riuh dan tergesa
Di antara deru kereta yang berlari dan penyapu jalan yang menghindari pagi

Sepi itu berlari di sambungan-sambungan rel
Tergesa merambati bantalan-bantalan rel

Apakah kau mengira sepi berada di tempat sunyi?

Tidak, sepi melenggang di tempat-tempat riuh
Seperti deru kereta api melalui simpang dengam sirene yang meraung-raung

Begitulah sepi melintasi hari

Sepi juga meliuk di antara suara-suara ujung sapu yang menggaruk keras kepala aspal
Terburu di antara laju roda-roda yang menuju entah ke mana
Terburu diselesaikan sebelum pagi tiba

"Sertakan sebait doa untukku," pinta seorang karib di selatan

Malam ini, sepi juga melalu-lalang di senyap dini

"Teruslah berbisik kepada Bunda Maria," kataku kepada sahabat di sisi barat
"Sentuhlah berulang setiap bulir rosario harapan," gumanku semakin lirih

"Alunkan syair-syair dzikir meski malam terasa lebih gelap," pintaku kepada karib di selatan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
1 Agustus 2020