Mohon tunggu...
Humaniora

Menghitung Perjalanan Hidup Tuan Pohon

23 September 2017   00:15 Diperbarui: 23 September 2017   00:23 2120 0 0 Mohon Tunggu...

Di tengah suara decitan goresan spidol papan tulis, saya sedang melamun memperhatikan pelajaran biologi.  Pelajaran yang sedang kami pelajari adalah jaringan tumbuhan, dan satu per satu kata yang diucapkan guru saya membawa saya kembali ke masa lalu. Topik yang sedang dibahas adalah mengenai jaringan meristem.  Jaringan meristem merupakan jaringan yang sel nya terus membelah.

Saya teringat akan bekas tebangan pohon tua di taman sekolah dasar saya. Dulu, kelas kami pernah berkumpul di situ hanya untuk  menghitung lingkaran tahun yang ada di batang pohon tersebut. Guru saya menjelaskan bahwa lingkaran tahun tersebut dapat menunjukan umur pohon. Lingkaran putih terbentuk saat musim kemarau sementara lingkaran hitam terbentuk saat musim hujan. Dalam 1 tahun, lingkaran tahun akan membuat 1 lingkaran putih dan 1 lingkaran hitam.

Kami saling berebutan menghitung lingkaran tahun di batang tersebut. Totalnya ada 34 lingkaran, artinya pohon itu sudah berusia 17 tahun saat nyawanya ditebang sampai ke akar-akarnya. Usianya masih cukup muda, bahkan untuk usia manusia. LIngkaran putih biasanya lebih besar karena terbentuk saat musim hujan sehingga memperoleh lebih  banyak air, dan lingkaran hitam lebih sempit dan kering karena terbentuk saat musim kemarau.

Saya kembali lagi pada masa sekarang ketika guru saya menanyakan apakah lingkaran tahun pada batang terbentuk akibat aktifitas jaringan felogen/gabus. Terjadilah perdebatan yang cukup rumit karena kami cukup yakin bahwa pertumbuhan sekunder diepngaruhi oleh kambium yang membelah. Namun, kami tidak yakin apakah kambium termasuk ke dalam jaringan felogen atau meristem. Secara logika, kambum termasuk dari 2 jaringan tersebut.

Namun, setelah melakukan studi pustaka dan pencarian data, saya menyatakan bahwa lingkaran tahun diakibatkan oleh kambium vaskular, bukan kambium gabus. Bagaimana bisa begitu? Saya akan jelaskan terlebih dahulu mengenai pertumbuhan pada tanaman.

Pertumbuhan pada tumbuhan dibagi menjadi dua berdasarkan aktivitas jaringan yang membelahnya yaitu pertumbuhan primer dan sekunder. Pertumbuhan primer disebabkan oleh aktivitas jaringan meristem yang terdapat pada titik tumbuh di ujung akar dan ujung batang. Jaringan meristem pada kedua titik tumbuh ini akan memperbanyak diri dengan cara pembelahan dan memanjang. Jaringan meristem dibagi menjadi 2 yaitu apical dan lateral. Yang terdapat di ujung akar dan ujung batang disebut meristem apical sementara yang terdapat pada batang disebut meristem lateral.

Pertumbuhan primer suatu batang terdapat di titik tumbuh batang pada pucuk sebuah tanaman. Titik tumbuh batang umumnya tidak mempunyai pelindung khusus, tetapi hanya berupa balutan bakal daun yang berfungsi sebagai pelindung. Pada ujung batang terdapat tiga daerah pertumbuhan yaitu daeah meristematis, pemanjangan, dan pematangan.

Pada daerah meristematis, terdapat titik tumbuh atau meristem apical batang dan bakal daun. Pada daerah pemanjangan, sel-sel tumbuh memanjang dan mulai tampak jaringan pembuluh. Adapula daerah pematangan sudah terdapat bermacam-macam jaringan seperti jaringan epidermis, korteks, dan silinder pusat.

Tanaman monokotil, contohnya seperti bambu dan tebu hanya memiliki satu titik tumbuh sehingga batangnya tidak bercabang. Tanaman dikotil memiliki banyak titik tumbuh sehingga bercabang banyak. Aktifitas meristem apical pucuk berpusat pada satu ujung batang. Akan tetapi, jika suatu tanaman dihilangkan pucuknya, aktivitas meristem lateral menjadi lebih aktif. Oleh karena itu, petani kopi dan cengkeh selalu memotong ujung batang tanaman kopi atau cengkeh sebelum ditanam di ladangnya agar cabang-cabang yang dihasilkan tanaman kopi atau cengkeh menjadi lebih banyak.

Selain pertumbuhan primer, dikenal pula pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan sekunder merupakan pertumbuhan tahap kedua setelah pertumbuhan primer. Pertumbuhan primer dari aktivitas meristem apical akan menghasilkan pemanjangan vertical, tetapi sedikit dalam pertambahan diameter. Pertumbuhan diameter dapat terjadi pada daerah meristem sekunder. Pertumbuhan ini disebabkan oleh aktivitas kambium yang bersifat meristematis. Kambium adalah lapisan jaringanmeristematik pada tumbuhan yang sel-selnya aktif membelah dan bertanggung jawab atas pertumbuhan sekunder tumbuhan. Kambium ditemukan pada batang dan akar. Berdasarkan jaringan tetap yang dibentuknya, dikenal dua kelompok kambium, yaitu kambium gabus (felogen, phellogen) dan kambium pembuluh (vaskular kambium).  Jaringan kambium selalu aktif membelah dan dapat membentuk jaringan lain seperti xilem dan floem. Aktivitas kambium menghasilkan jaringan baru yang menyebabkan akar dan batang tumbuh besar.

            Pertumbuhan sekunder hanya terdapat pada tumbuhan gymnospermae (berbiji terbuka) dan tumbuhan berbiji keping dua (dikotil). Pada tumbuhan monokotil tidak dijumpai kambium. Namun setelah saya melakukan studi pusaka dan pencarian data, saya menemukan bahwa meskipun kambium hanya ada di tumbuhan dikotil, yang secara teoritis membuat hanya tumbuhan dikotil yang memiliki lingkaran tahun, namun terdapat juga tumbuhan monokotil yang memliki kambium. Hal ini merupakan anomaly dan hanya dijumpai di beberapa tanaman seperti Dracaena sp. , bawang, dll. Pada umumnya, di tanaman seperti jagung atau rumput, tidak akan ditemukan kambium atau lingkaran tahun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN