Mohon tunggu...
Ayu Diahastuti
Ayu Diahastuti Mohon Tunggu... Lainnya - an ordinary people

ordinary people

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Lindungi Kesehatan Mental dengan Melatih Anak Kenali Emosi Sejak Dini

1 Agustus 2021   15:18 Diperbarui: 1 Agustus 2021   20:35 860
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Begitu pula kebutuhan orang tua masa kiwari menyoal pola asuh anak mulai melirik pada urgensi kesehatan anak secara holistik. 

Kesehatan mental anak kini menjadi sorotan para ahli dan beberapa peneliti serta pemerhati edukasi anak bangsa. 

Ini terbukti dari tingginya minat orang tua milenial terhadap perkembangan mental anak. Salah satu contohnya adalah dengan memupuk kebiasaan baru dalam dunia parenting. 

Mari kita cermati lebih dalam, bagaimana orang tua kita dahulu seringkali menggunakan distraksi sebagai dalih untuk membuat anak senang dan melupakan rasa marah maupun sedih. 

Seolah dengan memunculkan efek kerja hormon dopamin, orang tua menganggap pengalaman anak-anak semasa kecil hanya seputar emosi senang dan gembira. 

Tentu saja, saya bukan pembenci dopamin, ayah, bunda...Hanya saja, pemahaman bahwa efek dari hormon yang timbul ketika kita merasakan gembira dan senang, ternyata bukan menjadi cara yang tepat bagi orang tua untuk mengalihkan atau menyelesaikan emosi lain yang timbul dalam diri seorang anak. 

Coba perhatikan contoh saya yang satu ini. 

Apabila anak kecil terpeleset dan jatuh, kemudian dia menangis kesakitan, lalu apa yang biasanya dilakukan orang tua? 

Memarahi anak supaya tetap diam? Hmmm, bisa juga. Atau, mengancam anak dengan memberikan hukuman kalau ia tidak segera menyudahi tangisannya? Wow... ini mah toxic parenting, bund... :) 

Pada umumnya, yang dilakukan orang tua ketika anak menangis karena kesakitan atau tantrum merasa kehilangan benda kesayangannya adalah dengan menghiburnya. 

Lhoh, itu salah? Sebentar... Coba perhatikan ungkapan yang dengan cepat kita pilih untuk menghibur anak-anak. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun