Mohon tunggu...
Ayu Diahastuti
Ayu Diahastuti Mohon Tunggu... karyawan swasta, ngajar math, seneng jalan, love to share inspirasional life stories (asal ga hibah, hehehe), sukai nulis, ndengerin musik, nyanyi, n suka baca buku meski slow reader...

karyawan swasta, seneng jalan, love to share inspirational life stories (asal ga gibah hehehe), nulis, sukak denger musik n nyanyi, suka baca buku meski slow reader..

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Analogi Kosmos

3 September 2019   08:08 Diperbarui: 3 September 2019   08:14 0 9 4 Mohon Tunggu...
Puisi | Analogi Kosmos
pixabay.com

Bila awal semuanya adalah baik, mengapa akhir menjadi hal yang tak laik? Bolehkah aku bertanya pada batin, yang selalu saja mengganggu dengan suara yang rutin?

Kutanya pada fana, sejenis apakah abadi itu? Jika jeda mengawali suatu yang baru, terlewatkah sesaat?

Kata orang akhir bukanlah segalanya, namun bagiku awal adalah titik paling nadir

Bukankah kacau itu pun indah? Bila sudah kacau mungkin akan tumbuh zat yang bernama baru

Bukankah bingung itu baik benar? Karena dari bingung nanti kan muncul kekayaan aroma kepastian

Lantas apakah salah jika kita benar? Apakah dinding ruas kanan akan berjalan berpindah ke ruas kiri?

Bulatlah dunia bagi mereka yang ada di atasnya, lalu bagaimana yang berada di bawah tanah?

Oh, para deretan aksara, jawablah jiwa yang penuh tanya. Atau anggukan kepala adalah tanda sepakat, bagaimana dengan gelengan kepala?

Perlukah kosong itu terisi? Haruskah penuh menjadi jawaban yang pasti?

Wahai jiwa, berhentilah bertanya, mintalah sedekah pada sang penjawab. Mungkinkah kepada sang guru, sang pembuat sirna kegelapan? Bukan, mereka hanyalah titah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x