Mohon tunggu...
Delianur
Delianur Mohon Tunggu... Penulis - a Journey

a Journey

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Virus Corona, Kaburnya Batas antara Fiksi dan Fakta

25 Januari 2020   23:29 Diperbarui: 27 Januari 2020   09:08 10218
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi membawa pasien yang tengah terinfeksi virus. (sumber: AFP/STR/China Out)

Menurut BBC, dari 500 perusahaan terbesar dunia, 230 di antaranya berinvestasi di Wuhan. 

Di kota ini terdapat 52 institusi pendidikan tinggi yang menampung lebih dari 700 ribu mahasiswa atau kota dengan jumlah mahasiswa terbanyak di China. Pada tahun 2016, Bandara International Wuhan sudah menangani 20 Juta penumpang dengan rute penerbangan langsung ke kota-kota dunia seperti London, Paris, dan Dubai.

Untuk mengurangi contact rate, pemerintah China sudah menutup akses keluar masuk 13 kota. Kereta dan pesawat tidak beroperasi hingga waktu yang belum ditentukan dan jalan tol ditutup. Upaya ini telah menghalangi mobilitas sekitar 41 juta warga. 

Pusat-pusat pariwisata seperti Forbidden City, Shanghai Disneyland, dan 70 ribu bioskop di China dinyatakan tutup. Perayaan Imlek, yang sudah menjadi tradisi penting masyarakat China, di berbagai tempat pun ditutup.

Warga disarankan tinggal dalam rumah dan meminimalisasi interaksi dengan warga lainnya. Beijing dan Shanghai telah menetapkan respons darurat level 1 atau level tertinggi untuk darurat kesehatan publik di China. 

Terakhir Beijing sedang membangun rumah sakit yang bisa menampung 1.000 pasien di atas tanah 25.000 meter persegi di mana pembangunannya harus selesai dalam waktu 6 hari.

Di Indonesia yang sampai sekarang belum ditemukan suspect virus corona, pintu kedatangan penumpang luar negeri, utamanya kedatangan dari China, diperketat. Bandara-bandara utama dipasang thermal scanner. 

Bila ada penumpang yang terdeteksi memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat, maka dia akan diisolasi, diperiksa, dan dirujuk ke rumah sakit. Malaysia dan Singapura tentunya bersikap lebih dari itu. Karena di dua negara tersebut sudah ada warganya yang positif terinfeksi.

Bila kita kembali lagi kepada Contagion, mungkin hal positif dari film ini adalah ketika Amerika berhasil menemukan virus penangkal MEV-1 dalam waktu 1 tahun.

Sebuah prestasi karena dalam waktu normal, para ilmuwan membutuhkan waktu 10-18 tahun untuk menemukan virus baru dan 1 tahun dalam situasi emergency seperti sekarang.

Orang banyak berharap kalau ilmuwan Amerika dan China yang sekarang sedang berkolaborasi membuat vaksin penangkal 2019-nCoV, bisa menemukan itu dalam waktu satu tahun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun