Mohon tunggu...
Defri Noksi Sae
Defri Noksi Sae Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa

Mahasiswa program studi Ekonomi Pembangunan, lahir pada 27 Desember 1999, penulis buku Antologi Puisi "Aku dan Kamu adalah Amin" dan beberapa buku hasil kolaborasi, bagiku menulis puisi, pantun, esai, dll merupakan wujud dari kekekalan walaupun ragaku akan usang di liang lahat, tapi karya 'kan menjiwaiku dan hidup selamanya. Salam literasi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Seandainya Pohon-pohon Berbicara

15 Juni 2020   23:39 Diperbarui: 15 Juni 2020   23:54 61 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi | Seandainya Pohon-pohon Berbicara
Pict : Mehi Kase


Oleh : Defri Noksi Sae


Sepi bak luka kepanjangan
Sedih berlubang jadi bantalan
Letih dan hanyut berantakan
Sepi, sepi sunguh meratapkan

Hingga bertuan jenuh
Hinggap di sukma penuh
Hirap asa terbuai jauh
Hisap nadi tak beralas sauh

Bosan kujadikan santap
Walau asing, bagiku mantap
Halau celotehku, lalu tersantap
Menatap rapuh batin meratap

Imajinasi bertengger menelusuri
Inginkan pepohonan bersimpati
Kompak bak hati tak terguliti
Saling sapa 'tuk asingkan sepi

Seandainya pohon-pohon berbicara
Senandung musik kata 'kan jadi pengacara
Ria gempita tak buat insan sengsara
Adalah do'a tak kunjung reda

Seandainya pohon-pohon berbicara
Dapatkah seirama berdansa ria
Merajut hening nan meronta
Agar girang kita didekap pula

So'e, 16 Juni 2020

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan