Mohon tunggu...
Dedy Padang
Dedy Padang Mohon Tunggu... Bukan penulis, apalagi pujangga. Harapannya pendoa

Youtube: Dedy Padang FB : Dedy Padang Instagram : dedypadang2466 Menulis merupakan sarana yang sangat baik untuk menenangkan diri. Saat menulis, mengalir suatu emosi dalam diri yang tergerak dalam gerakan pena dan kata atau pun bahasa yang kita pakaikan,,,

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Resensi Buku: Tentang Yesus Kristus

19 Oktober 2020   08:27 Diperbarui: 19 Oktober 2020   08:31 127 11 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Resensi Buku: Tentang Yesus Kristus
dok.pri

Identitas Buku:

  • Judul: Kristologi: Tinjauan Historis-Sistematik
  • Penulis: Dr. Adrianus Sunarko OFM
  • Penerbit: Obor, Jakarta
  • Cetakan: 1, 2017
  • Tebal: x + 230 halaman
  • ISBN: 978-979-56-800-9

Pribadi Yesus Kristus merupakan hal yang sentral dalam agama Kristen. Alasannya jelas yakni karena Yesus Kristus diyakini sebagai pendiri agama Kristen. Kristen berasal dari kata Kristus (yang diurapi) dan orang Kristen mengikuti segala ajaran dari Yesus Kristus sendiri.

Dr. Adrianus Sunarko mencoba mengulas secara lebih mendalam tentang pribadi Yesus Kristus yang ia rangkum dalam bukunya yang berjudul "Kristologi_ Tinjauan Historis-Sistematik". Buku ini menjadi menarik mengingat penulisnya adalah seorang Uskup, yaitu Uskup untuk Keuskupan Pangkal Pinang. 

Kelihatannya buku ini dicetak saat berita keterpilihannya menjadi Uskup. Itu ternyata dari tahun cetak buku ini yang bersamaan dengan tahun pentahbisannya menjadi Uskup yaitu tahun 2017. 

Isi dari buku ini tidak lain tidak bukan ialah bahan kuliah yang ia berikan ketika ia menjadi dosen Kristologi di STF Driyarkara, Jakarta untuk program S-1. 

Dengan demikian, buku ini mendapat keabsahannya dari pribadinya yang adalah sebagai pengajar utama dalam sebuah keuskupan dan juga pengalamannya selama menjadi dosen. Ketika melihat buku ini dan juga kenal dengan pengarangnya, tentu akan mengundang pembaca untuk segera memilikinya.

Yesus: Sungguh Allah Sungguh Manusia

Sebagaimana yang sering menjadi perdebatan teologis tentang pribadi Kristus yang sungguh Allah sungguh manusia, penulis mencoba memberi suatu penjelasan. Ia mengawalinya dengan dasar biblis sebagai referensi utama iman. 

Menurutnya, "dasar biblis untuk memahami kemanusiaan Yesus adalah dengan mendalami keterbatasan pengetahuan Yesus" (hlm. 30): Yesus tidak tahu siapa yang menjamah jubahnya (Mrk 5:28-33), Yesus salah menyebut nama imam agung pada saat Daud masuk Bait Suci. 

Yesus menyebut nama imam tersebut adalah Abyatar padahal yang sesungguhnya adalah Ahimelek (Mrk 2:26 bdk 1 Sam 21:2-7). Bukan Zakharia anak Berekhya yang dibunuh di antara tempat kudus dan mezbah tetapi Zakharia anak Yoyada (Mat 23:35; bdk 2 Taw 24:20), Yesus mengandaikan bahwa Mzm 110 berasal dari Daud (Mrk 12:36). 

Pengandaian ini tidak lagi didukung oleh penelitian terbaik sekarang dan Yesus tidak tahu akan parusianya (Mrk 13:32). Singkat kata, sementara Yesus sering menunjukkan kelebihan pengetahuan dan juga wewenang khusus dalam memahami Kitab Suci yang membuat Ia diakui sebagai Guru, Nabi, Mesias dan lebih dari itu, namun kemanusiaannya tetap tampak dari banyak keterbatasan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x