Mohon tunggu...
SEBASTIAN TEGAR TRI PUTRANTO
SEBASTIAN TEGAR TRI PUTRANTO Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Pelajar Sekolah

I see myself as a responsible and hardworking person. Whenever I am part of a team, I do my part the best that I can. I am not afraid to admit my mistakes and work to learn from them. Meeting deadlines is important to me, and I dedicate extra time and effort to grasp challenging tasks. I am good at multitasking, which helps me efficiently handle various tasks, especially when they take up a lot of time. I am a practical learner, I tend to focus on learning knowledge that is useful in real life. When I encounter problems, I am solution-oriented, especially when I can do something about it. The most significant part of my life is self-development. I am always eager to learn and grow. This personal journey of growth that I have been on throughout my life means a lot to me, and I am genuinely excited about the opportunities it brings.

Selanjutnya

Tutup

Book Pilihan

Resensi Buku "The Power of Habit"

15 Maret 2024   09:13 Diperbarui: 15 Maret 2024   09:16 178
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Random House

Ada suatu kekuatan yang merajai hidup kita tanpa kita sadari: kebiasaan. Mungkin saat kita membuka pintu lemari, tanpa berpikir, tangan kita sudah mengarahkan kita untuk mengambil pakaian yang sama setiap hari. Atau mungkin saat kita menemukan diri kita menggenggam ponsel, otak kita secara otomatis membimbing jari kita ke aplikasi media sosial favorit. Di balik tindakan-tindakan ini, ada kekuatan besar yang bekerja, dan untuk menjelaskan fenomena ini, Charles Duhigg menawarkan pandangannya dalam bukunya yang menarik, "The Power of Habit: Why We Do What We Do in Life and Business".

Duhigg memulai perjalanan kita dengan membawa kita ke dalam penelitiannya yang menarik tentang struktur kebiasaan. Dia menjelaskan bagaimana sebuah kebiasaan terbentuk dari suatu siklus yang terdiri dari pemicu, rutinitas, dan hadiah. Melalui contoh-contoh nyata dari kehidupan sehari-hari hingga kisah-kisah bisnis yang menginspirasi, Duhigg memperkenalkan kita pada konsep-konsep yang mendasari kekuatan kebiasaan.

Dengan narasi yang mengalir lancar, Duhigg memaparkan teorinya dengan jelas dan menarik. Saya merasa tertarik untuk terus membaca saat dia menjelaskan bagaimana kebiasaan tidak hanya memengaruhi individu, tetapi juga organisasi dan masyarakat secara keseluruhan. Dengan cerdas, dia memperlihatkan kepada pembaca bahwa kebiasaan bukan hanya sekadar tindakan individu, tetapi juga memengaruhi dinamika sosial yang lebih luas.

Semakin kita mendalami pembahasan dalam buku ini, Duhigg membawa kita lebih dalam ke dalam kekuatan kebiasaan. Dia menyajikan kisah-kisah inspiratif tentang bagaimana kebiasaan bisa mengubah hidup seseorang secara dramatis. Misalnya, dia menyoroti kisah seorang pecandu alkohol yang berhasil mengubah hidupnya melalui memahami dan mengubah kebiasaan-kebiasaannya.

Saat saya membaca bab ini, saya merasa terinspirasi oleh kekuatan transformasi yang dimiliki kebiasaan. Duhigg tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan panduan praktis tentang bagaimana kita isa menggunakan pengetahuan ini untuk mengubah hidup kita sendiri. Dia menunjukkan kepada kita bahwa kita tidak perlu menjadi korban dari kebiasaan buruk kita; kita memiliki kekuatan untuk mengubahnya.

Salah satu hal yang paling menarik dari "The Power of Habit" adalah bagaimana Duhigg menerapkan konsep-konsep kebiasaan dalam konteks bisnis. Dia membawa kita melalui studi kasus yang menarik tentang perusahaan-perusahaan yang menggunakan kebiasaan untuk meningkatkan kinerja mereka. Dengan membaca buku ini, saya mendapatkan wawasan yang mendalam tentang bagaimana kebiasaan dapat membentuk budaya perusahaan dan memengaruhi keberhasilan bisnis secara keseluruhan. Duhigg menunjukkan kepada kita bahwa dengan memahami dan mengelola kebiasaan karyawan dan pelanggan, perusahaan bisa mencapai hasil yang luar biasa. Tidak semua kebiasaan yang kita miliki membawa manfaat bagi kita. Duhigg dengan cermat membahas bagaimana kita bisa mengatasi kebiasaan yang merugikan, baik itu kebiasaan pribadi maupun kebiasaan dalam organisasi.

Saya sangat menghargai pendekatan praktis yang dia tawarkan dalam buku ini. Dia memberikan strategi yang konkret dan mudah diikuti untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang lebih sehat dan produktif. Melalui contoh-contoh dan saran-saran praktis, Duhigg memberikan harapan kepada pembaca bahwa perubahan adalah mungkin.

Dalam pembaha, Duhigg menjelajahi dampak kebiasaan dalam masyarakat secara lebih luas. Dia membawa kita melalui sejarah dan budaya untuk menunjukkan bagaimana kebiasaan telah membentuk peradaban manusia. Bab ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana kebiasaan bukan hanya fenomena individual, tetapi juga merupakan bagian integral dari kehidupan sosial dan budaya kita. Duhigg menyoroti bagaimana kebiasaan telah memengaruhi perubahan sosial, politik, dan ekonomi dalam sejarah manusia.

Dengan penutup yang kuat, Duhigg merangkum konsep-konsep yang diajukan dalam bukunya dengan jelas dan menginspirasi. Dia mengajak pembaca untuk memahami kekuatan kebiasaan dan bagaimana kita bisa menggunakan pengetahuan ini untuk meningkatkan hidup kita, baik secara individu maupun dalam konteks bisnis dan masyarakat.

Setelah menyelesaikan "The Power of Habit", saya merasa diberkati dengan pemahaman yang lebih dalam tentang diri saya sendiri dan dunia di sekitar saya. Buku ini bukan hanya memberikan wawasan yang menarik, tetapi juga memberikan panduan praktis yang dapat saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari saya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Book Selengkapnya
Lihat Book Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun