Mohon tunggu...
Dede Nurul Hidayat
Dede Nurul Hidayat Mohon Tunggu... Mahasiswa Biasa

Gens Una Sumus (Kita Semua Keluarga)

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Fenomena Ngopi Tapi Tidak Pesan Kopi

30 Maret 2021   17:58 Diperbarui: 30 Maret 2021   18:05 149 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Fenomena Ngopi Tapi Tidak Pesan Kopi
Dokumentasi Pribadi


Ngopi kok ga pesen kopi

Akhir-akhir ini saya sering sekali diajak oleh teman-teman saya untuk ngopi atau hanya sekedar nongkrong sambil membicarakan politik kebijakan pemerintah mantan. 

Budaya minum kopi sendiri sudah ada sejak jaman Belanda. Untuk memastikan apakah itu benar atau tidak, saya mencoba kembali ke masa lalu menggunakan mesin waktu yang bernama google. Berdasarkan hasil pengamatan saya di lapangan, ternyata sejarah kopi di negeri ini dimulai pada tahun 1696 ketika penjajah dari Belanda membawa kopi dari Malabar, India ke Jawa. 

Dalam tulisan ini saya tidak akan membahas sejarahnya terlalu jauh, karena kemungkinan para pembaca akan merasa bosan. Seperti kata mantan (emang punya?): jangan melihat kembali ke masa lalu karena itu menyakitkan, biarlah itu menjadi kenangan untuk dilupakan. Tapi kan kata Bung Karno JAS MERAH?. Ah, sudahlah nanti kalo dibahas tulisan ini tidak akan selesai dalam 5 sks. 

Istilah "ngopi" Sendiri menurut saya artinya lebih dari satu dan bersifat multitafsir. Saya sering ngajak ataupun diajak oleh pacar  teman-teman saya untuk ngopi. Ketika sudah sampai ke kedai kopi, yang dipesan ternyata bukan kopi. Hal tersebut sempat membuat saya merenung dan memikirkan.

Sebenarnya, budaya ngopi di kedai kopi tapi yang dipesan bukan kopi itu dimulai dari siapa? Kenapa hanya nongkrong atau ngobrol-ngobrol saja dikatakan ngopi? 

Pertanyan-pertanyaan seputar "ngopi = nongkrong" Membuat jiwa kritis saya berontak, hati saya tidak tenang, otak saya dibuat ngahuleng tarik. Demi menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut, saya sengaja membuat riset penelitian dengan metode studi lapangan. 

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi

Berdasarkan hasil pengamatan saya dengan beberapa ahli di bidang per kopi-an, yaitu teman-teman saya sendiri. Di temukan beberapa alasan kenapa mereka menggunakan istilah ngopi. 

  1. Golongan pertama Mereka yang menggunakan istilah ngopi, memang adalah seorang pecinta kopi. Ada atau tidak adanya teman mereka selalu datang ke kedai kopi untuk menikmati kopi atau meraciknya sendiri. Kopi sudah menjadi gaya hidupnya bagi golongan ini, tanpa kopi mereka merasa terlihat bego
  2. Golongan pecinta kedai kopi. Mereka yang suka datang ke kedai kopi tapi engga pernah pesen kopi. Alasan golongan ini menggunakan istilah ngopi sebagai ungkapan dari kata nongkrong, semata-mata hanya ingin terdengar keren, kekinian, dari pada menggunakan istilah ngawangkong atau dalam bahasa planetnya ngobrol. "Bro, kita ngawangkong yuk? "
  3. Golongan terakhir yaitu golongan yang menyalahgunakan istilah ngopi sebagai ungkapan dari kata nge-date, ungkapan ini hanya berlaku bagi segmentasi tertentu khusus orang yang punya pacar atau paling miris cuman gebetan (abadi). Mereka menggunakan istilah ngopi buat ngajak pasangan nge-date biar terdengar romantis (mungkin karena saat ini banyak kedai-kedai kopi yang instagramable), cocok buat pasangan yang suka mengumbar romantisme. Dan tentu saja yang dipesan bukan kopi, tapi menu-menu yang terlihat lucu-lucu (kaya aku) seperti cokelat blend anti galau, oreo blend rasa yang pernah ada dan sejenisnya.

"Ngopi kok pesen es? " 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x