Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Penulis - Content Writer

Penyuka Sepak Bola. Segala tulisan selalu tak luput dari kesalahan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Seharusnya Juaranya Liverpool Dirayakan Semua Orang

27 Juni 2020   16:23 Diperbarui: 27 Juni 2020   16:23 247
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Liverpool juga pernah gagal seperti di final Liga Champions 2018. Gambar: AP/MATTHIAS SCHRADER via Liputan6

Bukan hanya Liverpudlian yang bahagia dengan kabar resminya Liverpool menjadi juara Premier League 2019/20. Tetapi, penggemar klub lain seharusnya turut senang dengan raihan Jordan Henderson dkk. di musim ini.

Saya yang bukan penggemar Liverpool nyatanya turut bersemangat ketika membaca berita-berita tentang juaranya The Reds. Situasi yang tidak terjadi ketika musim lalu, Manchester City meraih gelar keduanya bersama Josep "Pep" Guardiola.

Saat itu saya biasa saja. Bahkan, tidak banyak berita yang saya baca tentang juaranya Manchester City. Padahal mereka juga meraih juara di dua kompetisi lainnya, Piala FA dan Piala Liga.

Satu-satunya rasa takjub yang muncul saat itu adalah ketika saya melihat gol kemenangan Manchester City atas Leicester City. Di situlah saya benar-benar melihat betapa hebatnya keberuntungan yang menyelimuti Manchester City, karena momen itu datang dua kali.

Momen pertama, ketika Manchester City juara pertama kali setelah 40 tahun. Momen kedua adalah musim kemarin, ketika mereka kembali harus bersaing sengit dengan klub yang juga identik dengan warna merah.

Jika yang pertama Manchester biru bersaing dengan Si Setan Merah (Manchester United). Maka, tantangan kedua benar-benar dengan si identik merah, Liverpool, yang sebenarnya sedang berada di masa menuju kejayaan.

Terbukti, di musim yang sama Si Merah berhasil menjuarai Liga Champions untuk yang ke-6 dan membuat mereka menjadi klub terkuat di Eropa setelah dalam beberapa musim terakhir didominasi oleh Real Madrid. Juaranya Liverpool di pentas Eropa sudah menjadi landasan, bahwa untuk berjaya di kancah domestik tinggal menghitung waktu saja.

Memang, jika mengacu pada nasib Real Madrid, kita bisa melihat bahwa sang jawara Eropa nyatanya tak sepenuhnya dominan di kompetisi domestik. Ini juga bisa berlaku bagi Liverpool. Bisa saja mereka akan kesulitan untuk juara di Premier League, meski tak akan kesulitan di Liga Champions.

Namun, situasinya justru seperti berbalik. Jika di musim lalu, Liverpool tidak beruntung di Premier League tetapi juara Liga Champions. Musim ini, Liverpool justru gagal mempertahankan titel Eropanya namun berhasil juara Premier League.

Seolah Liverpool diberikan dua pilihan hadiah ketika berulangtahun. Mau ambil hadiah sepeda motor tapi tidak akan diberikan jaminan uang untuk kuliah, atau dapat jaminan berkuliah sampai lulus tapi tidak dapat sepeda motor. Pilih mana?

Ilustrasi hadiah. Gambar: Shutterstock
Ilustrasi hadiah. Gambar: Shutterstock

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun