Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Masih Banyak yang Bekerja Kala Ada Covid-19

18 Maret 2020   16:22 Diperbarui: 27 Maret 2020   09:35 70 13 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Masih Banyak yang Bekerja Kala Ada Covid-19
Meski corona menjadi pandemi, tidak semua pekerjaan dapat ditinggalkan. | Gambar: Wartabalionline.com

Sebagai rakyat biasa, penulis juga merasa perlu waspada walau kadang terkesan juga paranoid ketika mengetahui virus corona semakin merajalela di Indonesia. Bahkan, virus yang bernama lain covid-19 itu sebenarnya seperti bom waktu, alias tinggal menunggu waktu untuk menimpa Indonesia seperti negara lain.

Ini bukan sumpah maupun ungkapan pasrah, melainkan fakta. Karena, Indonesia adalah bagian dari negara modern yang pastinya terlibat dalam aktivitas global. Di sinilah celah yang dapat dimanfaatkan si virus yang awalnya mewabah di Wuhan, China tersebut.

Artinya, kita tidak bisa mengelak. Itulah mengapa, ketika masyarakat Indonesia maupun pihak pemerintah ada yang menyanggah keberadaan covid-19 yang terus bermutasi itu, secara pribadi, penulis jengah. Mengapa kita justru jemawa terhadap virus tersebut? Memangnya kita sudah yakin dapat menangkalnya?

Apakah kita sudah memiliki formula vaksin untuk mencegahnya?

Jawabannya jelas belum ada. Tapi, begitulah adanya sikap pada negeri ini.

Kita memang tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, karena itu bagian dari sikap alami manusia. Terkadang, ada yang merasa jago, terkadang ada yang penakut.

Intinya ada di sana, yang kemudian menjadi kompleks ketika kita berbicara tentang negara hingga profesionalisme. Kita hidup pasti akan merujuk pada aktivitas yang didasari keinginan untuk profesional---tapi tidak sok jago. Karena dengan begitu, kita dapat memperoleh imbalan atau hasilnya.

Tentu saja, kita akan membahas tentang pekerjaan. Karena, pada akhirnya kehidupan kita pasti diwarnai oleh pekerjaan. Tanpa pekerjaan, orangtua kita akan kesulitan mengasuh kita hingga tumbuh dan berkembang. Tanpa pekerjaan, kita juga akan sulit mengembangkan kehidupan keluarga kita hingga tentunya bersumbangsih besar terhadap negara---membayar pajak.

Bagaimana nasib negara ini jika masyarakatnya tidak bekerja dan tidak sanggup membayar pajak?

Pertanyaan ini tentu akhirnya menjadi polemik besar ketika pandemi covid-19 melanda Bumi. Meski secara pribadi, penulis belum dapat memastikan apakah semua negara di planet ini terkena covid-19, namun virus ini dapat diprediksi telah menjadi musuh bersama manusia dewasa ini.

Di saat kita sudah sepakat bahwa covid-19 adalah musuh bersama, maka artinya ini juga menjadi permasalahan bagi para pekerja. Siapa saja?

Di sini penulis tidak akan menyajikan semua jenis pekerjaan dan status pekerja yang masih tetap menunaikan tanggungjawabnya saat covid-19 merajalela. Tujuannya, agar bagi pembaca maupun penulis lain dapat juga mengulas bidang pekerjaan lain yang sesuai dengan kedekatannya masing-masing.

Masih ada minimarket yang buka dan 24 jam, di kala Indonesia mulai gonjang-ganjing antara lockdown atau tidak. | Gambar: Makassar.Tribunnews.com
Masih ada minimarket yang buka dan 24 jam, di kala Indonesia mulai gonjang-ganjing antara lockdown atau tidak. | Gambar: Makassar.Tribunnews.com

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x