Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Penulis - Content Writer

Penyuka Sepak Bola. Segala tulisan selalu tak luput dari kesalahan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Kekalahan Manchester United dan Hasil Laga di Olimpico yang Terprediksi

13 Februari 2019   12:00 Diperbarui: 13 Februari 2019   12:09 55
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi logo MU dan PSG. Sumber gambar: Avandi Wiradinata (Sepakbola.com)

Artinya, PSG akan bertindak hati-hati dalam bermain untuk mengamati terlebih dahulu bagaimana gaya main MU, dan ini ternyata dibuktikan saat babak pertama di dalam laga yang berlangsung sejak pukul 03.00 WIB tersebut. 

Di babak pertama, PSG tidak bermain dengan maksimal. Sedangkan, MU dapat menerapkan permainan yang cukup agresif, namun sayangnya kurang efektif. Sehingga, skor 0-0 menjadi penghias di paruh pertama.

Memasuki babak kedua, rupanya Tuchel memberikan arahan yang positif bagi PSG. Jika merunut pada analisis coach Justinus Lhaksana (pengamat, komentator sepakbola, dan mantan pelatih tim futsal Indonesia) saat beliau me-review (klik jika ingin menonton videonya) hasil laga ini di channel Youtube-nya, menyebutkan bahwa di kubu MU tidak berani mengambil resiko (bermain terbuka). Justru sebenarnya (menurut penulis), MU di menit-menit awal sedang berupaya membangun serangan (mencoba untuk terbuka).

 Namun, yang terjadi adalah bola sering terpotong/dapat diantisipasi dengan baik oleh pertahanan PSG, dan kemudian PSG mampu membangun serangan balik yang merepotkan. Terbukti dua gol PSG sebenarnya tercipta karena keberhasilan membangun serangan balik yang cepat.

Hanya gol pertama yang lahir dari skema bola mati. Namun, sebelum tendangan pojok itu tereksekusi, PSG sebenarnya sedang melakukan transisi dari bertahan ke menyerang. 

Sampai tiba pada momen tendangan pojok tersebut dan nahasnya bagi MU, eksekusi sepak pojok Di Maria berhasil menemui kaki Kimpembe. Begitu pula dengan gol kedua yang sebenarnya dari skema serangan balik yang kemudian, dapat dilakukan dengan baik melalui kerjasama Di Maria dan Kylian Mbappe.

Jadi, MU di sini terkesan mencoba ambil resiko, namun tidak total. Artinya, tidak ada eksekutor terhadap peluang yang sedang dikreasikan. Hadirnya Alexis Sanchez malah membuat Rashford bekerja keras mencari bola, dan ketika mendapatkan bola, dirinya hanya memiliki opsi mengumpan silang bola ke dalam kotak penalti. 

Sedangkan di dalam kotak penalti, tidak ada pemain bertipikal target man. Melainkan hanya ada Sanchez dan Mata yang bertipikal menunggu bola liar di dalam kotak penalti. Artinya, tidak ada pemain yang bagus dalam mengambil posisi---dapat dijangkau oleh bola umpan silang.

Analisis pertandingan ini lebih ke bagaimana MU yang bermain tanpa arah di babak kedua dan kemudian berhasil dimanfaatkan oleh PSG yang lebih bermain simpel dalam membangun serangan---membuat pertahanan MU dapat dieksploitasi. Ada keuntungan sebenarnya bagi MU, karena, PSG tidak secara berkelanjutan mengintimidasi pertahanan mereka.

Hal ini dapat dilihat ketika pasca unggul 2-0, tempo menyerang PSG mulai menurun. Mereka mulai sabar, dan lebih mengatur tempo. Sedangkan MU semakin tergesa-gesa dan uniknya, mereka menggunakan taktik umpan silang di saat mereka belum bermain dengan target man. Justru ketika Lukaku masuk, momen itu sudah mulai hilang. 

Artinya, MU terlambat dalam merubah taktik, atau tidak sinkron antara cara main dengan tipikal pemain yang ada di lapangan. Ditambah lagi, MU semakin dipersulit dengan duel-duel di lini tengah yang kemudian membuat Pogba harus terkena kartu kuning kedua (kartu merah), akibat keterlibatannya dalam upaya menguasai bola.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun