Mohon tunggu...
Daniel Mashudi
Daniel Mashudi Mohon Tunggu... Freelancer - Kompasianer

https://samleinad.com E-mail: daniel.mashudi@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Bencana Sulawesi Tengah dan Apresiasi kepada Ketersediaan Energi

22 Oktober 2018   14:53 Diperbarui: 22 Oktober 2018   15:50 587
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Meskipun menghadapi masalah tersebut, Pertamina tetap berupaya mengoptimalkan pelayanan BBM untuk masyarakat korban gempa bumi dan tsunami. Inilah yang membuat para kompasianer pada acara nangkring memberikan apresiasi.

Allout Bantuan Jalur Darat, Laut, dan Udara

Pertamina mengerahkan kemampuan secara allout untuk mengamankan pasokan energi. Dua tim Pertamina Peduli diberangkatkan pada tanggal 29 September melalui jalur laut dan darat.

Pada jalur laut dengan menggunakan kapal TNI KRI Makassar, memberangkatkan 7 relawan dan membawa bantuan logistik. Sedangkan di jalut darat dengan memberangkatkan 8 relawan dan membawa bantuan logistik.

Sumber: Pertamina.com
Sumber: Pertamina.com
Terminal BBM Donggala menjadi salah satu fasilitas Pertamina yang ikut terkena dampak bencana. Pertamina memprioritaskan pengoperasian TBBM Donggala ini yang akhirnya mulai beroperasi secara terbatas pada hari Minggu (30/9/2018). 

Dengan pengawalan polisi, TBBM Donggala mulai menyalurkan BBM dengan menggunakan 6 mobil tangki berkapasitas 16 kiloliter yang memasok 4 SPBU di Palu. Selain itu, Pertamina mengerahkan 50 operator SPBU bantuan dari sekitar Sulawesi serta awak mobil tangki dari Pare-pare dan Kendari.

Di jalur udara, Pertamina pada 1 Oktober mengirimkan pasokan solar ke Palu, Sulawesi Tengah dengan menggunakan Pesawat Air Tractor dari Bandara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara. Pesawat yg digunakan adalah tipe AT 802, membawa 4.000 liter solar untuk menyokong bantuan operasional pemulihan pasca bencana. Hingga 3 Oktober, sebanyak 12 ribu liter solar telah disalurkan.

Sumber: pertamina.com
Sumber: pertamina.com
Pesawat ini dioperasikan oleh PT Pelita Air Service dari Tarakan, Kalimantan Utara dan mendarat di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu. Pesawat khusus ini biasanya digunakan untuk mendistribusikan BBM ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) khususnya Krayan, Nunukan Kaltara dan Puncak Jaya, Papua, dalam rangka program BBM Satu Harga.

Penyaluran energi dan bantuan Pertamina Peduli terus berlanjut. Selama 2 pekan masa tanggap darurat usai gempa dan tsunami di Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya, Pertamina allout memulihkan pasokan energi.

Mulai dari perbaikan infrastruktur TBBM Donggala, penyaluran BBM dan LPG dengan menggunakan berbagai moda transportasi darat, laut, udara. Juga pengiriman bantuan relawan operator untuk SPBU dan SPPBE hingga menyediakan SPBU portable dan mobile dispenser. Pertamina juga menggelontorkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat terdampak hingga ke pelosok Sulawesi Tengah. 

Hingga cut off 12 Oktober 2018, progress yang telah dilakukan oleh Pertamina yaitu: 164 ribu tabung elpiji telah dislaurkan; 154 relawan operator SPBU dan 39 relawan operator SPPBE diberangkatkan; 95% SPBU sudah beroperasi di wilayah terdampak gempa; 16 mobil tangki BBM dan 1 mobil tangki avtur; Rp 29,7 miliar bantuan Pertamina Peduli; 11 juta liter BBM dikirimkan menggunakan tanker dari Balikpapan; 89 juta liter BBM industri disalurkan utk pemulihan Sulteng; juga 13 relawan kesehatan terdiri 3 dokter umum, 3 dokter spesialis, 5 perawat, 2 fisioterapi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun