Mohon tunggu...
Damai Purba
Damai Purba Mohon Tunggu... Administrasi - Travel for another knowledge

Membuana dalam kata

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Healing is A Choice

6 Februari 2019   17:40 Diperbarui: 6 Februari 2019   17:47 117
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Saya akan mencoba merangkum isi dari buku ini. Semoga bermanfaat bagi teman-teman.  Tulisan ini adalah tulisan Stephen Arterburn dan jika dalam tulisan dibawah ini ada kata "saya" maka kata itu menunjukkan Stephen Arterburn.

PILIHAN YANG UMUMNYA DIAMBIL SETIAP ORANG

Saya pernah berbicara mengenai pilihan kepada sekelompok wanita yag sedang bergumul dengan beberapa bidang. Saya menjelaskan semua pilihan yang tersedia dan berharap bisa memberi inspirasi kepada mereka untuk setidaknya mengambil langkah kecil keluar dari keadaan mereka. 

Ketika selesai, seorang wanita muda yang cantik mendekati saya dan memberi kabar menyedihkan bahwa dia menderita penyakit sklerosis ganda. Dia masih sedih mengenai keterbatasan dan dampak yang penyakit ini hasilkan bagi dia dan keluarganya. 

Dia kemudian menceritakan sesuatu kepada saya yang membuat dia berbeda dengan kebanyakan orang lain ketika menghadapi penyakit dan keputusasaan. Dia bercerita bahwa dia tidak pernah meminta Tuhan  menyembuhkannya. Dia tidak pernah berlutut dan meminta Tuhan mengambil penyakitnya-demi dia dan keluarganya.

Saya sulit memercayainya, karena itu adalah pilihan yang umumnya dibuat semua orang. Bahkan itu adalah satu-satunya pilihan yang banyak orang buat tetapi dia tidak bisa melakukannya. 

Mengapa? Karena dia tidak bisa menghadapi penolakan. Dia telah mengalami penolakan dari Ayah kandungnya dan tidak bisa memikirkan penolakan dari Ayah sorgawinya jika dia meminta disembuhkan dan kemudian ditolak. Dia memang berbeda dari hampir semua orang yang saya temui. 

Saya mendorongnya untuk melakukan apa yang hampir semua orang lakukan; setidaknya meminta Tuhan menyembuhkannya, tetapi saya tidak ingin berhenti pada permintaan itu. 

Ada kemungkinan besar bahwa dia tidak akan mengalami pemulihan itu. Jika itu yang terjadi maka saya tidak ingin itu menjadi akhir dari proses pemulihannya- karena banyak orang yang seperti itu.

 Saya pernah melihat pria yang mengalami kecanduan seks dan yang bergumul dengan nafsunya, dan saya pernah mendengar alasan paling menyedihkan mengapa mereka terus bergumul. 

Umumnya itu karena mereka melakukan satu hal saja demi memulihkan jiwa mereka yang kosong. Satu hal yang mereka lakukan adalah meminta Allah untuk mengenyahkan masalahnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun