Kesehatan

Bulan Purnama versus Bumi Datar

7 Desember 2017   07:55 Diperbarui: 7 Desember 2017   07:58 301 0 0
Bulan Purnama versus Bumi Datar
koleksi pribadi

Berawal dari kemunculan bulan purnama di minggu pertama bulan Desember tahun 2017, yang kemudian mengingatkan saya pada konsep bumi datar atau flat earth yang hampir setahun menjadi trending topic di youtube. Pengunggah video di youtube yang berkaitan dengan konsep flat earth, yang paling terkenal adalah Boss Darling. 

Beberapa episode flat earth karya Boss Darling memang berkualitas, setidaknya membuka kembali rasa ingin tahu terhadap bentuk bumi ini. Tapi sayang sekali, Pada episode ke dua, dengan judul Bisnis Triliun Dollar, ada satu akun di Youtube yang mengkritisinya, yaitu terkait pengunggahan gambar drone yang merupakan hasil editan. Dalam hal ini, saya belum bisa memahami sepenuhnya konsep Bumi Datar atau Flat Earth.

Kini saya kembali membicarakan tentang bulan purnama. Karena, selain menyatakan bentuk bumi ini datar, bentuk bulan dalam episode 4 dan 12 B Flat Earth 101 Channel, bulan berbetuk flat juga! Menanyakan tentang bulan purnama lebih sederhana daripada ekspedisi melintasi Antartika! Sebab Boss Darling pada beberapa episode (Episode 5 dan 12 A) menyatakan berulang kali bahwa "kunci jawaban" bentuk bumi adalah Antartika. Jika bisa melintasi Antartika, dari Amerika Selatan ke Australia berarti bumi berbentuk bola, dan Antartika adalah sebuah benua. 

Menurut saya, untuk melintasi Antartika, mungkin sedikit kesempatan untuk melakukannya, berhubung dengan dana untuk pergi ke sana, apalagi keselamatannya belum tentu ada yang berani jamin! Mengingat hal tersebut, saya hanya ingin bertanya kepada kalangan Flat Earth Society tentang bulan purnama, "Mengapa wajah dan bentuk bulan purnama, ketika baru muncul, ketika sudah tepat di atas kepala, dan sebelum lenyap... selalu sama?" 

Padahal jikaBumi memang datar, maka wajah bulan tidak akan selalu sama ketika baru muncul, ketika sudah tepat di atas kepala, dan sebelum lenyap. Jika mereka tidak bisa menjawab, dan tidak bisa dibuktikan dengan demo eksperimen di alam nyata, maka pemahaman bumi datar atau flat earth sudah tamat riwayatnya.