Mohon tunggu...
Kris Fallo
Kris Fallo Mohon Tunggu... Penulis - Penulis Buku Jalan Pulang, Penerbit Gerbang Media, 2020

Menulis itu pekerjaan keabadian. Pramoedya Ananta Toer berkata:  'Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.' Lewat tulisan kita meninggalkan kisah dan cerita yang tak akan sirna.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Gerakan Literasi Sekolah, Langkah Tepat Mengatasi Learning Loss Pasca Pandemi

5 Oktober 2022   11:49 Diperbarui: 5 Oktober 2022   13:08 277 12 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pelatihan Pendampingan Literasi Sekolah Bagian dari Gerakan Literasi Sekolah/ Foto. Dok.pri

Wajah pendidikan Indonesia terus disorot. Kita semua tahu, Kemendikbud Ristek, mendapat cacatan merah dari Komisi X DPR-RI. Semua pada mengamok karena kebijakan Mas Menteri Nadiem Makarim.

Terlepas dari amukan wakil rakyat, kita sadari bahwa pandemi Covid membawa dampak bagi dunia pendidikan kita. Hampir semua guru mengeluh tentang kualitas anak pasca Covid-19.

Kita harus akui bahwa pandemi Covid-19 telah menimbulkan kehilangan pembelajaran (learning loss). Praktisnya tiga tahunan anak-anak kehilangan waktu pembelajaran di sekolah.

Dunia pendidikan makin ditantang memikirkan arah kebijakan yang tepat untuk mengisi kembali kehilangan yang ada. Gerakan Literasi menjadi kunci pemulihan pendidikan.

Kita mengakui, Kemendikbudristek kemudian menyusun Kurikulum Prototipe sebagai bagian dari kurikulum nasional untuk mendorong pemulihan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Tahun 2022, kurikulum nasional memiliki tiga opsi kurikulum yang bisa dipilih oleh satuan pendidikan untuk pemulihan pembelajaran di masa pandemi Covid-19, yaitu Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat (Kurikulum 2013 yang disederhanakan), dan Kurikulum Prototipe.

Satuan pendidikan diberikan opsi untuk memilih. Semuanya tentu memiliki tujuan menghadirkan kembali wajah buram pendidikan sebagai akibad dari pandemi covid-19.

Peserta Didik SMPK Don Bosco Atambua memanfaatkan Pojok Baca Kelas saat jam literasi. Foto.dok.pri
Peserta Didik SMPK Don Bosco Atambua memanfaatkan Pojok Baca Kelas saat jam literasi. Foto.dok.pri
SMPK Don Bosco Atambua, sebagai salah satu lembaga pendidikan di Kabupaten Belu, (Perbatasan RI-Timor Leste, berupaya untuk mengejar kehilangan pembelajaran dengan mengoptimalkan Gerakan Literasi Sekolah, (GLS).

Konkritisasi dari GLS adalah mengoptimalkan pojok baca di setiap kelas. Sesuai Visi sekolah, "Mewujudkan warga Don Bosco yang berilmu dan beriman" maka, selain ada pojok rohani di kelas masing-masing, tetapi juga ada pojok baca di setiap kelas.

Pojok baca merupakan bagian dari upaya menumbuhkan minat baca peserta didik. Buku didekatkan kepada siswa. Jadi peserta didik dengan mudah mengakses buku bacaan yang disiapkan di kelas.

Untuk memperlancar pojok baca di kelas, maka kreativitas wali kelas juga peserta didik di kelas, dubutuhkan agar dapat berjalan dengan baik. Pojok baca menjadi lanngkah ampuh untuk menggerakan literasi sekolah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan