Mohon tunggu...
Juli Nugroho
Juli Nugroho Mohon Tunggu... Konsultan - Brand-Marketing-Service Excellence Professional.

Penggiat Literasi "AyoGemar Membaca". Penggiat Pelatihan PramugariCerdasAcademy Penggiat UMKM MitraSahabatBisnis

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Pramugari Cerdas MeetUp, Sesi Sharing Buat Flight Attendant Wannabe

6 Desember 2016   09:13 Diperbarui: 6 Desember 2016   09:54 71
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Profesi pramugari atau flight attendant merupakan salah satu profesi yang diminati oleh remaja Indonesia. Betapa tidak, karena profesi ini seolah menawarkan suatu gaya hidup yang glamour.  Mulai dari berperjalanan ke berbagai kota, baik di dalam negeri maupun luar negeri, menikmati aneka kuliner kunjungan ke tempat wisata hingga "shopping" di daerah yang disinggahinya. Hal hal ini seolah menjadi bagian dari gaya hidup seorang awak kabin.

Ada pula  remaja yang jatuh cinta dengan profesi ini, ketika mereka melihat dan merasakan pengalaman berinteraksi dengan awak kabin ketika masa kecil. Sosok awak kabin yang penuh senyum penuh ramah dan juga memberikan pelayanan tulus kepada para penumpang menginspirasi mereka untuk menjalani profesi ini dimasa depannya.

Pramugaricerdas academy merupakan komunitas yang dibentuk oleh Coach Juli Nugroho, seorang konsultan. trainer dan empowerment coach di tahun 2015 lalu, dengan tujuan untuk memberi wadah kepada para "wannabe" pramugari agar dapat berinteraksi dengan para praktisi didunia awak kabin, sehingga bisa terjadi sharing knowledge dan experience.

Di akhir November 2016 lalu, pramugaricerdas academy kembali menggelar event pramugaricerdas meetup. Event kali ini terselenggara berkat kerjasama dengan Binus Online Learning, bertempat di Exhibition Hall, lantai 3 - Kampus Anggrek Binus, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Sesi sharing ini menampilkan 5 pembicara dengan topik beragam, namun memiliki benang merah dengan profesi flight attendant 

Sesi pertama membahas mengenai pentingnya memilih profesi yang sesuai dengan passion ataupun minat bakat kita. Pemilihan profesi yang tepat akan membuat kita merasa Enjoy melakukan perkerjaan, lalu akan membuat kita Easy dalam melakukan tugas tugas tersebut sehingga menjadi excellence, yang pada akhirnya akan membuat kita bisa Earn dari pekerjaan tersebut. Selain itu, melakukan pekerjaan yang kita sukai juga bisa meminimalisir stress kita di tempat kerja. Lebih baik kita memilih profesi yang sesuai dengan minat/bakat atau kekuatan kita, ketimbang kita mati matian berprofesi pada area dimana kita memilii banyak kelemahan.

Pada sesi ini juga dilakukan Tes minat bakat yang bisa memberikan indikasi awal kepada peserta apakah dirinya memiliki minat dan bakat sebagai seorang awak kabin atau tidak. Untuk menjadi seorang awak kabin memang harus memiliki kombinasi berbagai strength tipologi tertentu seperti : Serving, Caretaker, Ambasador, Safety, Communication dsb. Sesi tes minat bakat ini, dibawakan oleh Bunda Meili Amalia, seorang praktisi Talents Mapping dari www.tesminatbakat.com.

Sesi kedua menampilkan Coach Juli Nugroho, founder pramugaricerdas academy yang membawakan tentang service excellence mindset. Mindset ini memang mutlak harus dimiliki oleh para awak kabin, betapa tidak, karena  tugas utama dari awak kabin antara lain adalah memberikan rasa nyaman melalui  pelayanan prima kepada penumpang dan juga menjaga keamanan dan keselamatan mereka selama penerbangan. Mindset merupakan pola pikir yang akan menggerakkan tindakan kita, jadi tanpa mindset pelayanan, pekerjaan melayani hanyalah sebuah tugas rutin yang tidak dijalankan secara tulus. Mindset service excellence akan membawa kita pada seseorang yang melayani secara tulus.

Dalam sesi ini disampaikan berbagai studi kasus tentang service excellence yang dilakukan oleh berbagai maskapai penerbangan dunia seperti Southwest Airlines, Virgin air, British Airways,  Cathay Pacific, Garuda Indonesia dsb.

Dalam era yang serba digital, tidaklah mengherankan bila terjadi perubahan perubahan dalam cara berbisnis. Munculnya Amazon, Go Jek, Air BnB menunjukkan bahwa bussiness model dan pola interaksi antara brand dengan custoomernya berubah,. Didunia pendidikan juga mengalami kemajuan dengan munculnya Online Learning yang mana memungkinkan tetap terjadinya interaksi secara erat antara mahasiswa dengan pengajar, walaupun tidak bertemu dengan secara fisik. 

Di sesi ke 3, Bapak Engkos Achmad Kuncoro, direktur Binus Online Learning secara gamblang membahas tentang Perkuliahan Online Sebagai gaya Hidup Masa Kini. Para praktisi Awak kabin yang memiliki jadwal terbang yang padat, masih bisa melanjutkan pendidikannya melalui perkuliahan online, karena melalui sistem kuliah seperti ini mereka tetap bisa belajar disaat melalui perangkat gadget mereka setelah penerbangan usai. Apalagi kini akses wifi sudah dapat ditemukan dimana mana.    

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun