Mohon tunggu...
Clara Evi Citraningtyas
Clara Evi Citraningtyas Mohon Tunggu... Dosen - Dosen, Penulis

Universitas Pembangunan Jaya

Selanjutnya

Tutup

Hobby Artikel Utama

Mengisi Libur dengan Membaca Cerita

23 Desember 2020   13:08 Diperbarui: 27 Desember 2020   20:38 473
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dengan membaca The Chronicles of Narnia, misalnya, kita bisa berpetualang ke negeri Narnia, sebuah negeri fantasi yang meskipun bisa kita gambarkan petanya, tidak akan kita temukan pada peta dunia. 

Di negeri Narnia, kita bisa bertemu dengan binatang yang bisa berbicara, mahluk-mahluk magical yang unik yang tidak bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari. 

Atau kita bisa menerobos masuk ke peron 9 ¾ dari novel Harry Potter. Meskipun di Stasiun Kings Cross di London dibuat sebuah peron 9 ¾ di antara peron 9 dan 10, namun kita tidak bisa masuk menembus peron tersebut kalau tidak melalui Harry Potter. Kita tidak akan bisa sampai ke dunia Hogwarts meskipun kita terbang ke London.

Mengasah Imajinasi

Manfaat berikutnya dari membaca cerita adalah mengasah imajinasi. Ada sebagian orang yang menyangka bahwa membaca cerita membawa kita ke dunia imajinasi, dunia mimpi yang tidak sehat. 

Nyatanya, berimajinasi itu sehat dan justru diperlukan. Albert Einstein (1879 – 1955), seorang ilmuwan hebat, bahkan pernah mengatakan “Imagination is more important than knowledge” – Imajinasi itu lebih penting daripada pengetahuan. Mengapa? 

Karena pengetahuan itu adalah sesuatu yang sudah ada, lalu kita pelajari, lalu pada saat ujian kita tuangkan ulang pengetahuan itu, niscaya kita akan mendapat julukan pintar, berpengetahuan, atau knowledgeable. Sedangkan imajinasi adalah semua hal yang belum ada, yang kita imajinasikan dalam pikiran manusia, dan suatu saat kita tuangkan dalam bentuk inovasi baru. 

Dari sanalah peradaban manusia tumbuh dan menjadi maju. Berbagai penemuan di dunia diawali dengan imajinasi: pada awalnya dulu orang berimajinasi untuk bisa terbang seperti burung sampai akhirnya pesawat terbang ditemukan; pada awalnya dulu manusia berimajinasi bisa berkomunikasi jarak jauh sampai telepon dan kemudian juga internet ditemukan; pada awalnya dulu manusia berimajinasi bisa pergi ke luar angkasa sampai akhirnya bisa ada pesawat antariksa membawa astronot ke luar angkasa; dan masih banyak lagi inovasi yang lahir dari imajinasi. 

Oleh karenanya, Albert Einstein juga menegaskan bahwa "knowledge is limited, imagination encircles the world” – pengetahuan itu terbatas, sedangkan imajinasi itu tidak terbatas dan bisa mengelilingi dunia.

Imajinasi adalah karunia dari Sang Pencipta, agar manusia bisa terus berinovasi, menghasilkan berbagai temuan, berkreasi, dan terus maju. Oleh karenanya jangan matikan kemampuan berimajinasi ini. 

Sebaliknya, kemampuan berimajinasi harus terus kita asah. Salah satu cara paling jitu untuk mengasah imajinasi adalah dengan membaca cerita fiksi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun