Mohon tunggu...
Cindy Carneta
Cindy Carneta Mohon Tunggu... Mahasiswi Psikologi

Saya merupakan seorang mahasiswi jurusan Psikologi yang sedang menempuh pendidikan S1 pada sebuah universitas yang terletak diwilayah Jakarta Barat, yakni BINUS University. Email: cindy.carneta@binus.ac.id

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

Perilaku Tae-oh dan Je-hyuk "The World of The Married" dalam Perspektif Psikologi

21 Mei 2020   23:23 Diperbarui: 29 Mei 2020   17:32 869 8 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Perilaku Tae-oh dan Je-hyuk "The World of The Married" dalam Perspektif Psikologi
Gambar Lee Tae-oh dan Son Je-hyuk dalam cuplikan drama The World of the Married episode 9-10. Dok; JTBC

Tak dapat diragukan lagi, drama The World of the Married yang memuat unsur perselingkuhan didalam hubungan rumah tangga telah memperoleh popularitas menjulang saat ini. Hal tersebut dibuktikan dengan tercetaknya rekor baru atas drama dengan rating tertinggi yang pernah dicapai oleh drama di jaringan televisi kabel Korea.

Dengan kepopularitas yang menjulang dan suguhan alur cerita yang sangat menarik serta tak mudah untuk ditebak pastinya kalian sudah menonton drama ini kan?

Bagi kalian yang telah menonton atau sedang menonton drama ini pastinya sudah tak asing lagi dengan tokoh Lee Tae-oh yang diperankan oleh Park Hae-joon dan Son Je-hyuk yang diperankan oleh Kim Yeong-min.

Dalam drama tersebut diceritakan bahwa Tae-oh dan Je-hyuk merupakan sepasang teman yang dapat dikatakan memiliki hubungan yang dekat dengan jarak rumah yang berdekatan, tetangga.

Karakter yang dibangun oleh kedua tokoh tersebut menyulut amarah serta emosi dari kaum wanita. Keduanya dapat diilustrasikan sebagai pria "tukang selingkuh" yang merasa tak puas dengan kehidupan rumah tangganya.

Sesungguhnya terdapat alasan psikologis yang dapat melatarbelakangi perilaku selingkuh yang dilakukan oleh Tae-oh dan Je-hyuk.

Perselingkuhan yang dilakukan dilakukan oleh Tae-oh merupakan perwujudan dari kontrol diri yang buruk/rendah atau tidak merasa berkomitmen pada hubungan dimana perilakunya menjadi cenderung impulsif, tidak memikirkan konsekuensi dari tindakannya dan kurang komitmen terhadap pasangan romantisnya (Sun-woo) saat ini. 

Sedangkan perselingkuhan yang dilakukan oleh Je-Hyuk merupakan bukti nyata dari adanya sifat keegoisan dan mencari-cari perhatian yang dimana menempatkan kebutuhannya diatas kebutuhan pasangannya (Ye-rim), tidak peduli jika tindakannya melukai orang disekitarnya, dan tidak merasa terpenuhi dalam hubungan saat ini walaupun sang istri telah memperlakukannya dengan sangat baik.

Tae-oh dan Je-hyuk beranggapan bahwa perselingkuhan sangat mengasyikkan dan menggoda, memberikan sensasi pembaruan, peremajaan, kepuasan serta kesenangan. 

Perselingkuhan ini bahkan dapat terjadi didalam keluarga yang hubungannya sangat bahagia seperti hubungan diantara Lee Tae-oh dan Ji Sun-woo.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x