Mohon tunggu...
Christie Damayanti
Christie Damayanti Mohon Tunggu... Arsitek - Just a survivor

Just a stroke survivor : stroke dan cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Hari Disabilitas Internasional 2019 dengan "Archifable", Rancang Bangun untuk Kaum Disabilitas

2 Desember 2019   10:48 Diperbarui: 3 Desember 2019   13:20 277
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokumentasi pribadi Salah satu desain mahasiswa semester 3 di Untar dengan fasilitas disabilitas daksa. Ramp diantara anak2 tangga

Contohnya nih,

Seorang arsitek merancang bangunan caf atau kedai kopi yang sebenarnya tidak terlalu besar dan cukup sederhana. Teatpi, karena si arsitek itu punya konsep berbeda dengan konsep cafe-cafe yang lain, maka dia merancang caf nya dengan tangga seperti jalan setapak dan dibawhnya adalah kolam ikan koi sera bunga-bunga teratai.

Akibatnya, yang datang adalah kaum muda yang 'instagramable', dan sering kesana untuk berfoto. Belum lagi, didalam caf itu, permukaan lantainya banyak berbeda level, sehingga benar-benar caf ini tidak bisa didatangi oleh sebagian masyarakat.

Jangankan kaum disabilitas, bahkan mungkin orang tuan atau eksekutif senior akan malas mendatanginya karena mereka arus berhati-hati untuk ke sana. Salah-salah, mereka jatuh kekolam koi atau tersandung di dalam caf karena perbedaan kevel yang tidak beraturan.

Jika ada yang bertanya, "Lah, ya sudah. Kan untuk kaum seniot atau disabilitas bukan dilarang, tetapi diperingatkan, toh masih banyak cafe-cafe yang di desain lebih ramah untuk mereka!"

Elts!

Jangan salah!

Kaum disabiltas serta warga senior atau siapapun itu, mempunyai hak dan kewajiban yang sama lho! Bahwa, kita semua berhak untuk datang ke ruang public yang sama. Perkantoran yang sama. Mall yang sama. Bahkan cafe-cafe yang sama.

Sehingga, sudah sejak lama pemerintah menerapkan aturan-aturan baku tentang rancang bangun dan kebutuhan fasilitas untuk kaum disabilitas. Setiap bangunan yang ada, HARUS SUDAH MEMATUHI ATURAN-ATURAN, TERMASUK UNTUK FASILITAS DISABILITAS ......

Tetapi, ketika si arsitek sibuk dengan bisnisnya serta hanya mau meranang bangunan-bangunan sesuai dengan si pemilik bangunan, seringkali membuat si arsitek terlalu "lupa diri". Si arsitek hanya memikirkan kebutuhan si pemilik bangunan dan lupa dengan masyarakat yang memakainya. Si end-user.

Dan, ketika si arsitek tidak dibekali dengan sebuah kepedulian dan kehidupan social di masyarakat, berbagai aturanpun dilanggar ......

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun