Mohon tunggu...
Christie Damayanti
Christie Damayanti Mohon Tunggu... Arsitek - Just a survivor

Just a stroke survivor : stroke dan cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Menikmati Kenyamanan dan Keamanan Hidup di Ryogoku

13 Februari 2018   11:10 Diperbarui: 13 Februari 2018   13:05 865
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Coba lihat, pedestriannya sangat nyaman. Besar dan luas. Termask untuk kaum disabilitas. Dokumentasi pribadi

Di hampir di kota2 di Jepang, pusat keramaian dalah di sekitar stasiun, karena stasiun adalah inti kehidupan warga Jepang. Dengan sistim transportasi komprehensif, membat stasiun merupakan konsep integraai ransportasi Jepang. Ada Kereta, sepeda, taxi dan bus umum. Dokumen pribadi
Di hampir di kota2 di Jepang, pusat keramaian dalah di sekitar stasiun, karena stasiun adalah inti kehidupan warga Jepang. Dengan sistim transportasi komprehensif, membat stasiun merupakan konsep integraai ransportasi Jepang. Ada Kereta, sepeda, taxi dan bus umum. Dokumen pribadi
***

Kebersihannya sangat terjaga. Jalan besar ataupun jalan lingkungannya, tetap mempunyai fasilitas-fasilitas yang ciamik bagi warganya. Jalur pedestriannya besar dan sangat nyaman bagi warga, karena Jepang  memang terkenal sebagai negara yang mengusung konsep ramah terhadap pejalan kaki, sehingga kebutuhan pejalan kaki sangat dihormati, lebih dari pembawa kendaraan  termasuk bagi kaum disabilitas. 

Dimensi jalur pedestrian yang besar, dengan permukaan yang sangat 'smooth' dan disertai rambu-rambu yang jelas (walau memakai tulisan kanji) sangat membantu pejalan kaki. Tokyo sebagai kota padat membuat pemerintah Jepang "mengharuskan" warganya untuk berjalan kaki. Lewat pembangunan insfrastruktur transportasi umum yang sangat mumpuni, sehinggamemang lebih nyaman dengan berjalan kaki, dan biayanya pun jauh lebih murah dibanding dengan membeli bensin, ditambah lagi karena Tokyo memang sangat aman.

Warganya pun sangat ramah dan menerima wisatawan dengan baik, apalagi kaum disabilitas. Selama aku di sana beberapa kali, mereka sangat 'merangkul' aku. Dengan selalu memberikan tempat dan menjagaku. Bahkan selalu siap menolongku jika aku berada dalam kesulitan.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
***

Jarak tempuh sekitar 20 menit pun tidak terasa. Dengan membaca Google Map di ponselku, aku sering berbelok bukan yang harusnya aku lalui untuk mencari jalanan yang lain. Tujuannya memang hanya ingin survei dan  memotret banyak detail yang aku butuhkan, sampai akhirnya aku bingung sendiri karena terlalu banyak yang harus aku rekam dalam kameraku atau dalam otakku, hihihi.

Bangunan-bangunan di Ryogoku, mungkin hanya belasan lantai. Sebagian besar merupakan daerah pemukiman berbentuk apartemen. Sebagian lagi merupakan bangunan umum, perkantoran, tourisme centre, museum, sekolah dan fasilitas untuk warga.

Bangunan apartemen di sana sangat kecil dan mungil. Desainnya benar-benar modern Jepang. Banyak bangunan menggunakan material arsitektural yang presisi dan cantik. Sangat minimalis dengan warna-warna natural. Pokoknya benar-benar sesuai dengagn bayanganku, ketika aku masih kuliah dan belajar tentang bangunan di Jepang melalui buku.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Sepanjang perjalanan banyak terdapat minimart yang bisa memberikan kenyamanan untukku. Untuk ke toilet atau mencari snack dan minuman dan menikmatinya selama dalam perjalanan, diatas kursi roda.

Sudah mulai capek, aku berbelok kearah sekolah Michelle, Meisei School. Berada di jalan kecil, sekolah ini merupakan cabang dari pusatnya yang berada di Distrik Chiba. Tetapi justru dengan posisinya di jalan kecil inilah yang nyaman untuk belajar. Dikelilingi apartemen membuat daerah itu nyaman untuk belajar. Dan Michelle sudah menjadikan Meisei School sebagai awal dari hidupnya di Jepang, untuk rencannya kuliah dan bertempat tinggal disana.

Sebelumnya :

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun