Mohon tunggu...
Christie Damayanti
Christie Damayanti Mohon Tunggu... Arsitek - Just a survivor

Just a stroke survivor : stroke dan cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Tampilan Bahasa di Dunia Inklusi

30 Mei 2017   14:48 Diperbarui: 30 Mei 2017   14:58 440
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Aku sendiri tidak mengerti bagaimana jalinan komunikasi bahasanya, tetapi aku tahu mereka saling berintraksi lewat banyak hal. Yang jelas, antara mereka memang terjalin hati yang saling menghargai sehingga merek mampu menerima diri mereka sendri dan sahabat2nya.

Mungkin bagi yang non-disabilitas, membaca banyak dan kecil2 sebuah surat, hanya beberapa menit bahkan detik saja. Tetapi kadang2 tidak untuk disabilitas. Misalnya, untukku sendiri aku merasa berat dan kepalaku bergoyang ketika aku harus membaca tulisan yang kecil2, apalagi aku harus mencernanya.

Sorang disabilitas karena stroke seperti aku, otakku sendiri sudah cacat. Syaraf2 otakku ada yang lemah bahkan mati, sehingga fungsi otakku sedikit melambat dibandingkan dengan otakku sebelum sakit.

Dengan melampatnya fungsi otakku sekarang ini, terkadang aku tidak mampu banyak melakukan aktifitas2 yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Tetapi bukan berarti aku tidak bisa, tetapi caranya saka yang berbeda. Yang jelas membedakan adalah, aku melakukan sesuatu itu selalu lebih lambat namun pasti.

Ketika masyarakat umum puas dengan hasil pekerjaannya, ternyata tidak untukku. Karena aku menyadari bahwa otakku lambat untuk melakukan pekerjaan itu, alhasil aku merasa harus ‘menggantikan’ waktuku yang terbuang di awal mulai melakukan pekerjaan itu. Sehingga, aku terus tdak puas dengan hasil kerjaku, terus dan terus ….. akhirnya menghasilkan prestasi …..

Lebay? Ya tidak!

Jika masyarakat umum mampu berkata2 dan membaca surat2 sebih banyak, belum tentu kami yang dalam keterbatasan. Sehingga hak2 yang kami minta adalah menjabarkan bahasa tertulis dalam bentuk besar dan komunikasi padat.

Contohnya,

Jabaran sebuah bahasa yang padat, itu ada di sebuah contoh iklan yang dicetak besar2 dalam baliho. Atau multimedia dalam TV atau internet, bahasa visual yang padat dan komunikatif. Dimana bagi penyandang disabilitas manapun di dunia sekaarng era millennia dan era digital, akan mampu “membacanya”, termasuk disabilitas netra.

Bagaimana disabilitas netra mampu “membacanya?”

Karena dunia teknologi sekarang memang sudah sangat memungkinkan. Dangan barang2 elektronik bersuara, bahkan disabiiltas netra mampu mengetik WA atau inbox, secepat masyarakat umum, bahkan bisa lebih cepat lgi …..

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun