Mohon tunggu...
Hamdani
Hamdani Mohon Tunggu... Konsultan - Sang Musafir - Mencari Tempat untuk Selalu Belajar dan Mengabdi

Kilometer Nol

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Pisang Sale Aceh Kini Menjangkau Negeri, Mengangkat Gengsi UMKM

14 November 2018   16:10 Diperbarui: 15 November 2018   14:01 1825
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pisang Sale khas Aceh Besar/dokumentasi pribadi

Meskipun produk pisang sale pada awalnya hanya dikenal di daerah lintas timur dan utara Aceh saja. Namun berkat ketekunan Anggun mengenalkannya, saat ini pisang sale juga sudah dapat diproduksi di Kabupaten Aceh Besar. Karenanya kalau disebut pisang sale, berarti sudah menjadi ikon pula bagi Aceh Besar.

Pada saat merintis usaha pisang sale tersebut, Anggun dan menghadapi banyak tantangan. Karena membuat sesuatu yang belum pernah dicoba, tentu memiliki kesulitan tersendiri. Dan ia pun sempat tidak percaya diri ketika memulai usaha pisang sale ini.

Namun karena Anggun mempunyai semangat juang tinggi, ia tidak menyerah begitu saja. Menurut dirinya, agar tidak mengalami kegagalan, ia selalu berdiskusi dengan ibunya yang kini menjadi manajer pada usaha pisang sale yang diberi nama "Rizky". Dengan resep yang disarankan ibunyalah lalu Anggun mencoba memproduksikan secara perlahan-lahan.

Sambil ia belajar untuk benar-benar menguasai secara lebih detil tentang produk pisang sale. Anggun pun tidak segan-segan untuk belajar tentang seluk beluk ilmu berbisnis. Melalui komunitas bisnis yang ia ikuti dan bahkan menjadi salah seorang pengurusnya, aktif menggelar diskusi-diskusi dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mereka.

Alhasil, berbagai ide baru yang kreatif dan inovatif bermunculan dalam konsep bisnisnya. Sehingga Anggun terpikir untuk membuat sebuah kotak kemasan yang menarik bagi produknya. Tidak seperti selama ini, pisang sale hanya dijual curahan dengan kemasan plastik kresek saja.

Alasan Anggun membuat kotak kemasan agar pembeli dapat dengan mudah membawanya kemana saja tanpa kuatir produk akan kotor, kena debu, atau terkontaminasi dengan mikroba dari lingkungan yang membuat produk tidak sehat lagi untuk dikonsumsi.

Selain itu dari sisi marketing, dengan adanya kemasan yang bagus membuat produk semakin menarik. Sehingga akan semakin menambah daya tarik pasar atau konsumen untuk membeli. Inilah upaya Anggun bagaimana caranya agar pisang sale menjadi lebih terkenal dan akrab dengan masyarakat Indonesia bahkan hingga ke negeri jiran.

Dan hebatnya usaha dan kerja keras Anggun membuahkan hasil. Sekarang ini pisang sale sudah memiliki pelanggan hingga ke Jakarta, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Kuala Lumpur Malaysia. Melalui unit usaha "Rizky" sekaligus sebagai brand, setiap hari Anggun harus mengirimkan pesanan pelanggan-pelanggan hingga menjangkau negeri.

Berdasarkan penuturan Anggun saat kami berkunjung ketempat usahanya, "untuk pengiriman dalam negeri, saya menggunakan jasa pengiriman JNE". Kata Anggun.

Menurut Anggun mengapa ia menggunakan jasa pengiriman JNE karena, lebih cepat, aman, terjamin sampai ke pelanggan tepat waktu, dan pelayanan di JNE Banda Aceh sangat baik dan ramah. Itulah alasannya. Hampir tidak pernah ada pelanggannya yang komplain karena masalah pengiriman. Anggun senang bekerja sama dengan JNE.

Harapan Anggun kedepan semoga kualitas layanan JNE dapat dipertahankan. Jika bisa harga pengiriman bisa lebih murah lagi (Anggun sambil senyum-senyum mengatakan ini). Sehingga pelaku UMKM bisa lebih terbantu. Artinya sharing profit-lah kata Anggun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun