Mohon tunggu...
Calvin Stefanus
Calvin Stefanus Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Selanjutnya

Tutup

Financial

PSBB Total Bikin IHSG Ambruk? Bagaimana dengan Dampak Pilpres AS terhadap DJIA?

27 September 2020   01:22 Diperbarui: 27 September 2020   01:27 143
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
source: dowjones.com (https://www.dowjones.com/about/)

Sekitar dua pekan lalu, tepatnya Hari Rabu, 9 September 2020. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengumumkan 'Rem Darurat' untuk Jakarta. Artinya DKI Jakarta akan menerapkan kembali PSBB Total seperti pada masa awal pandemi. 

Kabar ini tentu sangat mengguncang dan menimbulkan kepanikan kepada para pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sekitar 5% pada keesokan harinya. Bahkan pada sesi pertama, IHSG sempat mengalami 'trading halt'.

Terlepas dari keputusan PSBB total ini, para analis saham mengatakan bahwa PSBB Total ini mungkin hanya dijadikan 'kambing hitam' saja atas aksi profit taking asing yang sejak awal tahun 2020 juga sudah melakukan aksi profit taking dalam jumlah yang cukup besar.

Selain itu, pergerakan Dow Jones yang cukup volatile menjelang Pilpres AS 2020 juga mungkin menjadi salah satu faktor dari ambruknya IHSG. Seperti yang kita ketahui bahwa pergerakan IHSG cenderung mengikuti pergerakan Dow Jones.

Menjelang Pilpres AS 2020 ini, pergerakan Dow Jones menjadi 'wahana' yang cukup menyita fokus para pelaku pasar dan investor. Hal ini dikarenakan siapa yang akan terpilih menjadi pemenang Pilpres AS 2020 akan sangat berdampak terhadap perekonomian AS.

source: fnlondon.com (https://www.fnlondon.com/articles/goldman-says-us-presidential-race-likely-to-lead-to-extended-period-of-high-volatility-for-equities-20200918)
source: fnlondon.com (https://www.fnlondon.com/articles/goldman-says-us-presidential-race-likely-to-lead-to-extended-period-of-high-volatility-for-equities-20200918)
Kepentingan politik tentu akan sangat berdampak terhadap kebijakan-kebijakan ekonomi yang akan dihasilkan. Kebijakan tersebut nantinya harus dicermati dengan baik oleh investor atau pelaku pasar sebagai pertimbangan terhadap keputusan ke depannya.

Terlihat dalam beberapa waktu belakangan ini, Presiden Trump melalui Partai Republik mengusahakan untuk memberikan stimulus subsidi sebesar US$ 600/minggu bagi pengangguran yang terdampak pandemi yang sedang dinegosiasikan dengan Partai Demokrat. Hingga akhir Agustus kemarin, AS telah mengucurkan stimulus sebesar US$ 2 triliun untuk membangkitkan perekonomian secepat mungkin. 

Dengan ini, terlihat bahwa fokus Presiden Trump lebih mengarah kepada sektor ekonomi meskipun sedang dalam masa pandemi. Hal ini memungkinkan bertujuan untuk memberikan kepercayaan kepada para investor dan pelaku pasar terhadap kepemimpinannya untuk dapat membangkitkan perekonomian AS yang juga terdampak pandemi covid-19.

Hingga saat ini, Dow Jones sedang beristirahat dari liarnya pergerakan harga saham di angka 27.173,96. Menguat sekitar 1,34% dari hari sebelumnya.

Berbicara mengenai Dow Jones, tidak lengkap rasanya jika tidak membicarakan sejarah dan perkembangannya yang begitu luar biasa. Kata Dow Jones yang saat ini sering kita artikan sebagai salah satu indeks saham di Wall Street ternyata berasal dari perusahaan media atau berita internasional.

source: dowjones.com (https://www.dowjones.com/about/)
source: dowjones.com (https://www.dowjones.com/about/)
Dow Jones and Company merupakan perusahaan media global yang didirikan pada tahun 1882 yang pada saat itu berfokus kepada penerbitan koran dengan spesifik topik bisnis yang bernama Wall Street Journal. Kemudian pada tahun 1976, Dow Jones mulai melebarkan sayapnya ke Asia dan Eropa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun