Mohon tunggu...
Cak Bro Cak Bro
Cak Bro Cak Bro Mohon Tunggu... Administrasi - Bagian dari Butiran debu Di Bumi pertiwi

Menumpahkan barisan Kata yang muncul di Pikiran

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kacau Gemilau

23 Juli 2021   07:00 Diperbarui: 23 Juli 2021   07:05 112
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

* KACAU GEMILAU *

Saya sedang menatap negeri,

Laksana mozaik yang terburai.

Seolah tak mungkin ditata rapi,

sehingga sulit untuk dinikmati.

Jika diumpama laksana kabut,

Seolah terdengar petir yang ribut.

Rinai hujan menjadi tersaput,

Gemulung awan pun tak beringsut.

Kalau pun dianggap sebuah badai,

Gemulung angin pun tak terburai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun