Mohon tunggu...
Budi Susilo
Budi Susilo Mohon Tunggu... Wiraswasta - Man on the street.

Nulis yang ringan-ringan saja. Males mikir berat-berat.

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Pilihan

Kisah Naik KRL Jadul Sebelum Era Jonan

25 Januari 2022   06:00 Diperbarui: 25 Januari 2022   06:03 530 65 26
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Penumpang memadati atap gerbong KRL Jadul jurusan Bogor-Jakarta (KOMPAS/WAWAN H PRABOWO)

Sebagian pengguna mengaku keberatan. Kenaikan tarif KRL dirasakan berseberangan dengan semangat penggunaan transportasi umum bertarif murah.

Terinformasi, Direktorat Jenderal Perkeretapian Kementerian Perhubungan sedang mengkaji usulan kenaikan tarif Kereta Api Listrik dari Rp 3.000 menjadi Rp 5.000. 

Rencana kenaikan tarif KRL yang akan diterapkan pada tanggal 1 April 2022 meliputi, tarif dasar pada perjalanan 25 kilometer pertama. Sedangkan pengenaan tarif untuk setiap 10 kilometer selanjutnya tetap Rp 1.000.

Selengkapnya dapat dibaca di sini.

Tarif murah adalah kata kunci bagi pengguna kereta api listrik untuk bepergian ke lain daerah, dalam rangka: bekerja, berdagang, sekolah, dan keperluan lainnya. Dulu saya menggunakan jasa angkutan murah itu dari Bogor ke Jakarta. Murah.

Jangan bayangkan KRL waktu itu nyaman seperti sekarang dengan penumpang tertib. Ia merupakan angkutan yang terseok-seok menggendong penumpang melebihi kapasitas. Bahkan yang naik di atas atap pun berjibun.

Mengingat pengalaman menumpang KRL pada masa itu membuat saya tersenyum. Begini kisah-kisah yang berhasil diingat. Maklum, isi memori luntur seiring dengan tragedi kesehatan yang menimpa.

Murah Banget

Tinggal memilih cara bayar. Membeli karcis di loket resmi dengan harga murah sekali. Saya lupa berapa persisnya. Tiada moda transportasi darat yang mampu menandingi. Bebas macet pula.

Selain menebus ongkos di loket resmi, penumpang bisa melakukan pembayaran di atas gerbong kepada pemeriksa karcis. Biaya dikeluarkan lebih murah lagi, yakni sebesar "tau sama tau" rupiah. Caranya, uang kertas receh terlipat di dalam genggaman diserahkan kepada kondektur disertai senyuman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Transportasi Selengkapnya
Lihat Transportasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan