Mohon tunggu...
Budi Susilo
Budi Susilo Mohon Tunggu... Man on the street.

Warga negara biasa, yang rela membayar pajak meski tidak rela jika akumulasi pajak dicolong.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kilat Bola Mata Beningmu

5 Desember 2020   19:54 Diperbarui: 5 Desember 2020   20:03 120 36 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kilat Bola Mata Beningmu
Gambar dari Tebing Keraton (dokumen pribadi)

Kilat bola mata redup takut menebas belantara hidup, menatap kalut ranumnya senja di pucuk pinus, mengendapi selasar perdu beronak, lalu terjerembab, terkapar gemetar terkoyak-koyak dinginnya malam misterius.

Tahukah engkau?

Sesungguhnya malam menghamparkan kelam berselimut hening menenteramkan pikiran genting, membiuskan tenang demi melontarkan atma mengarungi kesejatian.

Demikian agar sang pemenang bangkit meninggalkan pecundang, berlari mengejar harapan, melompati bebatuan terjal dan terus berlari menuju puncak kehidupan.

Di sanalah terbentang asa, sunyi menyuluhi kelam, bara mengobarkan semangat, api berpendar mewujud pelangi, menghangatkan sepi bersama kilat bola mata beningmu.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
5 Desember 2020