Mohon tunggu...
Budi Susilo
Budi Susilo Mohon Tunggu... Man on the street.

Warga negara biasa, yang rela membayar pajak meski tidak rela jika akumulasi pajak dicolong.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kenangan, Perjalanan, dan Pelukan

31 Januari 2020   09:00 Diperbarui: 31 Januari 2020   09:19 66 22 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kenangan, Perjalanan, dan Pelukan
Dokumen pribadi (edited)

Pagi ini kuaduk ingatan, dari serakan serpihan, tentang kamu.

Tergesa kutenggak secawan kopi itu, sebelum menumpahi ceruk mata baru disetrika, menyisakan ampas untuk kenangan, di sore hari.

Fajar masih menganga, siang telah bergesa, cakrawala menanti di perjalanan, seperti biasa. Seharian, berpeluh tanpa keluh, runtuh dicumbu bayu. Tak sempat mereguk, bahkan setetes pun, bayang di tepi fatamorgana.

Wajahnya semburat, ketika bersua senja. Malam senantiasa menyambutnya, dengan kemesraan, memeluk kelelahan siang, lalu menina-bobokkan, di balik keteduhan rembulan.

Bagiku, pulang petang tiada pelukan kenangan, meringkuk dalam kesepian muram.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x