Mohon tunggu...
Bozz Madyang
Bozz Madyang Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Food Blogger

#MadYanger #WeEatWeWrite #SharingInspiringRefreshing #FoodBlogger - Admin Komunitas Kompasianer Penggila Kuliner (KPK) Kompasiana - Email: bozzmadyang@gmail.com - Instagram/Twitter: @bozzmadyang

Selanjutnya

Tutup

Foodie

Di Jam(u)an, Makan Enak Sekaligus Beramal Membantu Anak-anak Malnutrisi di Flores

2 Maret 2020   22:18 Diperbarui: 2 Maret 2020   22:24 647
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hanna Keraf founder sekaligus CEO Duanyam. (Foto Bozz Madyang)

Duo perempuan inspiratif, Hanna dan Thea. (Foto Bozz Madyang)
Duo perempuan inspiratif, Hanna dan Thea. (Foto Bozz Madyang)
Thea yang lulus sarjana ekonomi UPH Business School,dengan bisnis kuliner Jam(u)an membuat program charity menyisihkan pendapatan dari penjualan menu-menu Jam(u)an, sebesar 10% sebagai tahap awal -- mengingat program baru 2 bulan jalan. Ke depan Thea berharap bisa meningkatkan prosentase donasinya. 

Aksi itu sesuai dengan tiga pilar utama dari Jam(u)an, yaitu social accountability, sustainable qualty, dan kid's empowerment. Oleh karena itu Jam(u)an  mendonasikan sebagian pendapatan dan penjualan untuk membantu perbaikan nutrisi anak-anak malnutrisi di Indonesia Timur, terutama di wilayah Nusa Tenggara Timur seperti di Flores.

Donasi disalurkan melalui Duanyam, sebuah wirausaha sosial yang  memiliki program perbaikan gizi bagi anak-anak malnutrisi di desa-desa Flores, NTT.  Penyaluran donasi tidak hanya di area 26 desa yang menjadi area Duanyam sekarang, namun bisa lebih dari itu. Namun bukan hanya jumlah banyak orang tapi  mengubah nutrisi gisi bagi anak-anak dan perempuan.

Penyaluran dana dilakukan Jam(u)an setiap bulan. Kemudian pihak Duanyam menyalurkan  ke "mama-mama"  di sana. Juga sekaligus berbelanja bahan baku dari petani lokal. Sekaligus berdampak untuk petani lokal di sana.  

Jadi aku bayangin, jika membeli menu ala Jam(u)an  bukan hanya sekadar makan enak dan kenyang, namun turut beramal, khususnya ke anak-anak di desa-desa  Flores, NTT.  Mulia banget bukan?

Gue mejeng dong hahaa. (Foto Sigit)
Gue mejeng dong hahaa. (Foto Sigit)
Dari Menu Jawa-Manado, Merawat Kuliner Tradisional 

Jam(u)an dibawah bendera PT Kana Kasih Karunia disamping brand Kana Petite dan Kana Catering.  Membaca nama brand Jam(u)an, aku merasa unik.

Awalnya berpikir, Jam(u)an itu mengandung makna jamuan, seperti suguhan makanan, yang biasanya juga dipakai oleh brand kuliner. Tapi ternyata Jam(u)an mengandung arti Jawa Manado. Dan itu klop dengan Thea yang merupakan keturunan Jawa dengan Manado.

Dan sesuai namanya, Jam(u)an menyuguhkan ragam menu kuliner ala Jawa dan Manado yang dikemas dalam bentuk rice bowl.

Nah di Jam(u)an ada 7 menu rice bowl. Untuk best seller sekaligus menu top three ada nasi ikan Cakalang, Nasi kuning Manado dan Nasi kuning Garo. Terus ada lagi Nasi Pecel madiun, Bubur Manado dan Nasi Ayam Woku.  

Tujuh menu ala Jam(u)an. (Foto @Jam(u)an)
Tujuh menu ala Jam(u)an. (Foto @Jam(u)an)
Sebulan lalu, Jam(u)an meluncurkan menu Nasi Ayam Bumbu yang diracik sendiri oleh Jam(u)an. Bahkan termasuk saosnya juga diracik sendiri ala Jam(u)an. Menu ini cocok dan  favorit bagi yang gak suka makanan rasa pedas. Seperti lidah orang Jawa yang umumnya lebih suka rasa manis daripada pedas. Ehh tapi gak termasuk aku ding. Soalnya mesti asli Jawa Solo, aku suka banget makanan rasa pedas hehee.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun