Mohon tunggu...
Bona Imelda
Bona Imelda Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Namanya "Bayangan"

16 Januari 2019   00:47 Diperbarui: 16 Januari 2019   01:03 253
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Menggelayut lekat di sudut-sudut rongga.

Menempel rapat pada dinding-dinding goa.

Berlarian menimbulkan gaduh yang menggema.

Menari berkeliling lorong, memenuhi tiap sudut dengan suara.

Menghipnotis kata, menenggelamkan logika.

Terbuai oleh visualisasi yang begitu hidup.

Bahkan lebih hidup dari kenyataan.

Bunyi percik air dan kasak-kusuk sekitar tak sanggup menginterupsi.

Tergoda oleh imaji, nyaris tak tersentuh realita.

Menggelembung besar dalam balon yang disebut mimpi.

Begitu hidup dalam mimpi, tapi mati dalam hidup.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun