Mohon tunggu...
Ruang Berbagi
Ruang Berbagi Mohon Tunggu... Dosen - 🌱

Menulis untuk berbagi pada yang memerlukan. Bersyukur atas dua juta tayangan di Kompasiana karena sahabat semua :)

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Jadi Anak Bawang Kala Magang, Ini Tiga Sikap Penting yang Wajib Dimiliki

15 April 2021   15:51 Diperbarui: 28 April 2021   22:40 1640
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi tiga sikap penting kala magang - Photo by Mimi Thian on Unsplash

AQ adalah nilai yang mengukur kemampuan seseorang dalam menghadapi kesulitan dalam hidupnya. 

Komponen Adversity Quotient - Shen-Li Lee/pinterest.ph
Komponen Adversity Quotient - Shen-Li Lee/pinterest.ph
Salah satu unsur penting Adversity Quotient (AQ) adalah endurance atau daya tahan. Orang dengan AQ rendah melihat kesulitan sebagai sesuatu yang berlarut-larut tanpa batas. 

Sebaliknya, orang dengan Adversity Quotient (AQ) tinggi melihat kesulitan sebagai tantangan untuk secara kreatif mengembangkan diri. 

Lawanlah godaan untuk berhenti atau menyerah pada masa-masa awal magang. Ingatlah bahwa tantangan adalah kesempatan untuk mencoba mengaktualisasikan kemampuan diri terbaik yang mungkin belum kita munculkan.

Bagaimana saya yang tidak bisa berbahasa Dayak Manyan bisa menyatu dengan masyarakat sekitar jika saya terus mengatakan "saya tidak bisa". Justru tantangan itu mengajak saya untuk belajar kosakata sederhana bahasa lokal. 

Selama masih ilmu manusia, apa pun bisa dipelajari!

Kedua, rendah hati dan cermat mengamati

Sebagai orang baru yang kerap dipandang sebelah mata sebagai anak bawang, kita perlu rendah hati dan cermat mengamati. Jangan malu-malu bertanya.

Manusia adalah pembelajar yang baik jika ia rendah hati dan cermat mengamati. 

Atasan dan mitra kerja akan senang mengajari "anak bawang" yang selalu ingin belajar dan cermat menyimak arahan dan teladan. Bukalah panca indra lebar-lebar. Amati bagaimana para ahli bekerja. 

Saya pun banyak mengamati bagaimana mentor saya bergaul di tengah masyarakat sederhana. Beliau yang berasal dari keluarga cukup berada ternyata memilih berpakaian sederhana. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun