Mohon tunggu...
Ruang Berbagi
Ruang Berbagi Mohon Tunggu... Dosen - 🌱

Menulis untuk berbagi pada yang memerlukan. Bersyukur atas dua juta tayangan di Kompasiana karena sahabat semua :)

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

7 Tips Jitu Waspadai Penipuan Pastor dan Biarawan/Biarawati Palsu

2 September 2020   11:39 Diperbarui: 3 September 2020   14:52 4247
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi pastor - Sumber dari pexels.com

Hari-hari ini, rupanya ada sejumlah oknum yang melakukan penipuan dan menyebarkan hoaks dengan memanfaatkan status atau mengaku sebagai (mantan) pastor dan biarawan/biarawati Katolik.

Sejujurnya, ini sudah lama terjadi di Indonesia. Hanya saja, berkat akses teknologi informasi yang serbacepat, kasus-kasus ini semakin mudah kita jumpai di medsos dan media berbasis pengguna seperti YouTube.

Aneka Ragam Penipuan dan Hoaks

Saking banyaknya, saya bahkan sampai bisa membuat klasifikasi aneka ragam penipuan dan hoaks oleh oknum penipu dan tukang hoaks ini.

1. Orang Katolik yang mengaku sebagai pastor, biarawan atau biarawati

Di sebuah gereja di Jawa Tengah, pernah ada seorang mengaku diri pastor yang baru pulang dari tugas di luar negeri. Dia memimpin perayaan ekaristi dengan banyak sekali kesalahan. Dia meminjam uang pada umat. Dia mengajak umat investasi, yang ternyata bodong.

Ternyata, dia pastor palsu. 

2. "Mantan" orang Katolik yang mengaku sebagai (mantan) pastor, biarawan atau biarawati

Ada pula "mantan" orang Katolik yang mengaku diri sebagai (mantan) pastor, biarawan atau biarawati. Sebagian bahkan menjadi "narasumber" atau bahkan "tokoh agama" yang menjelek-jelekkan agama sebelumnya.

Sayangnya, orang-orang semacam ini diagung-agungkan oleh kelompok tertentu. Video mereka di YouTube "viral" dengan judul-judul bombastis.

Saya menduga, pengetahuan agama (agama yang baru dipeluk) pribadi-pribadi seperti ini jauh dari pengetahuan yang mendalam dan berwawasan kebinekaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun