Mohon tunggu...
Ruang Berbagi
Ruang Berbagi Mohon Tunggu... Dosen - 🌱

Menulis untuk berbagi pada yang memerlukan. Bersyukur atas dua juta tayangan di Kompasiana karena sahabat semua :)

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

7 Tips Jitu Waspadai Penipuan Pastor dan Biarawan/Biarawati Palsu

2 September 2020   11:39 Diperbarui: 3 September 2020   14:52 4247
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi pastor - Sumber dari pexels.com

Ada juga kiranya orang bukan Katolik tetapi mengaku sebagai pastor atau biarawan/biarawati. Bisa jadi, mereka ini pernah bersekolah atau bekerja di lembaga Katolik sehingga tahu sedikit tentang praktik kekatolikan.

Tujuh Tip Jitu Waspadai Penipuan Pastor Palsu

Ada sejumlah tip jitu untuk mewaspadai penipuan pastor dan biarawan/biarawati palsu:

1. Jangan percaya dengan mengandalkan perkataannya saja

Orang yang mengaku diri sebagai pastor dan biarawan/biarawati biasanya memang nekat dan pintar omong. Mereka umumnya pandai mengarang cerita untuk meyakinkan orang. 

Tip jitu untuk mewaspadai oknum-oknum ini adalah jangan percaya dengan mengandalkan perkataan mereka saja. Simak baik-baik pihak, lembaga, atau pribadi mana yang mereka sebut dalam pernyataan-pernyataan mereka.

Misalnya, "Saya dulu sekolah di Injil Vatikan School. Saya dulu kuliah di Sekolah Tinggi Teologi di Jogja." Nah, cek saja: adakah Injil Vatikan School di Roma; apakah seorang calon pastor bersekolah di STT?

Hasil penelusuran: tidak ada sekolah itu di Roma; seorang calon pastor Katolik belajarnya bukan di STT tapi di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT).

2. Cari informasi pada lembaga resmi Katolik

Lembaga tepercaya yang dapat kita mintai keterangan antara lain:

1. Keuskupan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun