Mohon tunggu...
UmsidaMenyapa1912
UmsidaMenyapa1912 Mohon Tunggu... Freelancer - Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Kami Instansi yang bergerak di bidang pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Pilihan

7 Tips Mudik Lebaran Nyaman dan Aman dari Dosen Umsida

5 April 2024   11:53 Diperbarui: 5 April 2024   12:07 323
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Mudik lebaran telah menjadi kebiasaan bahkan budaya bagi umat muslim dalam merayakan hari raya Idul Fitri. Di momen yang suci ini, mereka berkunjung ke sanak saudara yang tak jarang juga berada di luar daerah. Atau bagi umat muslim yang berada di perantauan, mereka juga turut melaksanakan mudik ke kampung halaman tercinta.

Baca juga: Niat Beli Baju Lebaran di Instagram Berakhir Ditipu, Ini Cerita Salah Satu Korbannya

Orang yang akan mudik tentu memiliki euforia tersendiri, entah tidak sabar karena akan bertemu keluarga, liburan bersama-sama, atau sekedar melihat kondisi keluarga yang tidak bisa setiap hari mereka temui. 

Ada beberapa hal yang menyenangkan dalam mempersiapkan mudik, seperti berburu tiket menuju kampung halaman jauh-jauh hari, mengumpulkan cuti kerja untuk memperpanjang masa, atau memiliki trik tertentu  agar tidak terjebak kemacetan dan padatnya lalu lintas saat berkendara.

Salah satu dosen prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Eko Hardi Ansyah SPsi MPsi Psikolog Membagikan tips agar momen mudik lebaran terasa nyaman dan aman sampai kampung halaman.


"Mudik itu berasal dari bahasa Jawa yang artinya mulih dilik atau pulang sebentar.  Jadi ketika kita mudik ke kampung halaman, durasinya tidak terlalu lama. Kemudian dengan adanya lebaran, mudik menjadi budaya umat Muslim," ucapnya.

7 tips mudik lebaran
Ilustrasi: Freepik
Ilustrasi: Freepik

1. Niat yang kuat

Tips mudik lebaran yang pertama yakni niat yang kuat. Dr Eko mengatakan bahwa niat yang kuat itu maksudnya menjadikan momen mudik ini sebagai ibadah. Ibadah inilah yang kemudian harus menjadi niat awal dalam melakukan perjalanan mudik lebaran.

"Ibadah kepada Allah pada dasarnya adalah satu hal yang harus dinikmati. Karena setiap ibadah pasti akan ada balasannya berkali lipat dari-Nya," terangnya.

Ia menyampaikan bahwa saat mudik lebaran, jangan sampai pikiran dan hati menjadi tanggung. Artinya, masih ada beban tertentu. Jika hal tersebut terjadi, maka perjalanan mudik lebaran akan menjadi petaka karena sensitivitas tinggi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun