Mohon tunggu...
Hermansyah
Hermansyah Mohon Tunggu... Penulis - Praktisi Kesehatan

Dengan Menulis, kita dapat mengekspresikan dalamnya Rasa_

Selanjutnya

Tutup

Sosok Pilihan

Anak-anak Muda, Kenapa Harus Memilih Jokowi-KH. Ma'ruf Amin?

15 Maret 2019   15:54 Diperbarui: 15 Maret 2019   16:32 1413
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber : dokumentasi pribadi penulis


"Perbedaan adalah kenyataan yang harus diterima di alam Demokrasi, berbeda pilihan politik sah adanya, namun menjelekkan, memfitnah yang lain berarti belum dewasa dan memahami substantsi Demokrasi".

Pertarungan pilpres 2019 begitu menggema, semakin hari semakin ramai dan panas dibahas dan diperdebatkan, siapa yang lebih baik antara kedua pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-KH.Ma'ruf Amin dan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi, terutama oleh para pendukung dan simpatisan.

Media elektronik Televisi tidak pernah sepi, hampir semua media televisi swasta maupun nasional tidak pernah henti memberitakan gerak-gerik kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden, setiap tutur kata dan prilakunya menjadi headline di media televisi, dalam hal ini Jokowi-KH. Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi, setiap segmennya mengulas dan membahas tentang pilpres, mungkin jika tidak ada jedah iklan, bisa saja full membahas tentang pilpres, Kedua kubu dalam hal ini tim kampanye masing-masing pasangan calon tidak pernah kehabisan cerita untuk berargumen menyudutkan lawan politik dan menyanjung setinggi langit pasangan yang di dukung.

Yang tidak kalah ramai adalah di media  sosial, lebih panas lagi berdebat dan meng-share informasi dan berita yang menyudutkan pasangan calon yang tidak di dukung atau tidak di sukai, sekalipun itu berita Hoax, begitupun sebaliknya, berita tentang hal-hal baik pasangan calon yang didukung di sanjung dan di puja-puja, seakan-akan tidak ada kelemahan sedikitpun, dan justru yang paling gencar dan menjadi bagian politik praktis ini adalah anak-anak muda, menyebarkan berita Hoax dan kebencian.

Harusnya anak-anak muda atau kaum milenial tentu tidak boleh terjebak dalam politik praktis yang sengaja dimainkan secara terstruktur oleh kelompok-kelompok tertentu, anak-anak muda harus menjadi pelopor dalam mendorong demokrasi yang sehat, mengajarkan kepada masyarakat untuk berpolitik santun tanpa harus saling menghina dan menjelekkan satu sama lain, yang berujung pada perpecahan akibat siklus politik 5 tahunan.

Maka dalam menghadapi pemilu tanggal 17 April 2019 yang tinggal menghitung hari, anak-anak muda tentu sudah memiliki referensi siapa yang harus dipilih, yang layak memimpin negeri ini dalam 5 tahun kedepan, "Memilih pemimpin bukan di lihat dari bentuk fisik dan rupanya, tetapi melihat REKAM JEJAKNYA" (Prof.Wim Poli), sebuah kalimat yang jelas memiliki makna dimana pemimpin harus dilihat dari rekam jejak dan masa lalunya yang jelas dan bersih.

Dalam konteks pilpres 2019 ini, dari kedua pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-KH.Ma'aruf Amin dan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi kita sudah melihat dan menilai, bahkan secara dangkal oleh orang awam, siapa yang lebih layak memimpin negeri ini, maka tentu Jokowi dan KH. Ma'ruf Amin lah yang paling layak dan memiliki representasi rakyat Indonesia yang heterogen ini dalam memimpin bangsa. Kenapa ?

JOKOWI HARUS  1  KALI LAGI (2 PERIODE)

Sumber : pkpberdikari.id
Sumber : pkpberdikari.id

Ada banyak alasan kenapa anak-anak muda (milenial) harus mendukung dan memilih pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-KH.Ma'ruf Amin sebagai presiden  Indonesia lagi, mungkin saja tidak akan selasai dibahas dalam kilas catatan singkat ini jika harus membahas alasan dan prestasi-prestasi Jokowi dalam 4 tahun memimpin negeri ini.

Bagi anak-anak muda atau kaum milenial, Jokowi adalah panutan sekaligus merepresentasikan anak-anak milenial Sekarang, bukan dari fisiknya, tetapi dari visi dan misinya membangun bangsa, namun sebelum itu, Jokowi adalah seorang presiden dari kalangan masyarakat biasa, yang karirnya tanpa cacat dan berjenjang, mulai dari seorang pengusaha, Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta dan menjadi seorang presiden.

Jokowi jelas menjadi room model bagi anak-anak muda dari masyarakat biasa untuk diteladani  dalam berjuang mencapai cita-cita dalam dunia politik, selain itu Jokowi adalah salah satu tokoh yang sangat bersih dalam kacamata politik, tidak pernah korupsi, keluarganya tidak terlibat dalam dunia politik, sehingga kerentanan untuk menjadi politik dinasti sangat kecil terjadi, dan hal ini sangat terbalik dengan mantan presiden sebelumnya.

Namun ada beberapa hal yang sangat penting yang perlu anak-anak milenial ketahui, presiden Jokowi membangun bangsa yang berkeadilan, yang tertuang dalam Nawa Cita ke-3 yaitu membangun Indonesia dari pinggiran, masyarakat pelosok desa dan tertinggal, tentu tujuannya membangun msyarakat yang berkeadilan, mendapatkan hak hidup yang layak sebagai warga negara pada umumnya yang dilindungi oleh negara, dan hal ini sudah mulai terlihat di era Jokowi, dimana mengirimkan tenaga kesehatan, guru di pelosok-pelosok negeri.

Anak-anak milenial pasti telah menyadari, presiden Jokowi membangun Indonesia ini secara menyeluruh, tanpa membedakan ras, suku dan pulau, misalnya di Papua yang sekarang harga sembako sama dengan di Jawa, yang sebelumnya harga semen dan minyak tanah bisa sama harganya sebuah televisi ukuran 21 inc di Jawa, Jokowi sangat memahaminya, dengan begitu masif mengunjungi Indonesia Timur, melihat dan merasakan lebih dekat kondisi masyarakat Papua, dimana hal ini sangat jarang di lakukan oleh mantan presiden RI sebelumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Bagaimana mungkin kita tidak membuka mata kita, melihat bapak Jokowi yang benar-benar berjuang untuk negeri ini, orang baik, orang jujur dan ikhlas tidak boleh sendiri, tugas kita adalah mendampingi, mendorongnya agar tetap maju, agar cita-cita bersama (bangsa) dapat terwujud.

Begitu banyak hal baik dan prestasi presiden Jokowi hanya dalam kurun waktu 4 tahun menjadi pemimpin negara, namun tetap di sadari, ada banyak tugas yang belum di selasaikan oleh Jokowi, maka untuk menyelesaikannya adalah dengan cara, kita memberikan dukungan dan memilihnya lagi untuk menjadi presiden periode 2019-2024.

Bersanding dengan ulama besar KH. Ma'ruf Amin menambah kompleksitasnya, KH. Ma'ruf Amin adalah tokoh ulama yang rekam jejaknya tidak perlu di ragukan lagi di dunia politik, dengan ilmu ke-Islamanya yang mumpuni di barengi dengan seorang Jokowi, maka harapan bangsa Indonesia yang maju tentu semakin jelas.

Jokowi adalah tokoh yang memberi harapan dan optimisme pada masyarakat negeri ini, bukan punah dan hancur seperti pernyataan bapak Prabowo yang justru memberikan pesimisme pada masyarakat negeri ini, dan tentu anak-anak muda sudah bisa menilainya, siapa yang optimis dan siapa yang pesimis dalam membangun bangsa ini.

Harus di akui, dalam prakteknya, membangun negara Indonesia yang besar ini tentu tidaklah mudah, tidak seperti membangun Singapura yang negara dan masyarakatnya bisa 10 kali lipat dari pulau Lombok, maka pembangunan Indonesia tidak cukup 5 tahun, maka kita anak-anak muda perlu mengapresiasi dan mendukung lagi Jokowi untuk terus menjadi presiden kita di periode ke-2 nya ini.

Jokowi telah memberikan bukti kinerja, dengan segudang pengalaman dan sejuta prestasi, dan ini sangat rasional jika kita membandingkan dengan Prabowo yang tidak pernah terlibat dalam struktur dan sistem pemerintahan, kiranya anak-anak muda harus melihat secara menyeluruh, siapa yang layak kita pilih, tentu Jokowi-Ma'ruf Amin yang memiliki representasi masyarakat dan anak muda negeri ini.

Namun yang menjadi catatan penting bagi kita, Pemilu dan Pilpres adalah pesta demokrasi, harus di rayakan dan di jalankan dengan kegembiraan, sungguh tidak elok, akibat berbeda pilihan politik kita tidak saling akur, membuat sistem kehidupan sosial kita terpilah dan terkotakkan, bahkan membuat perpecahan, pemilu hanya 5 tahunan, sedangkan persaudaraan adalah selamanya, kita harus lebih dewasa menyikapi perbedaan ini, karena berbeda pilihan Politik bagian dari substansi Demokrasi.

Kita adalah masyarakat Indonesia yang sama dalam segala hal, bendera yang sama yaitu merah putih, ideologi negara yang sama yaitu Pancasila,  dan bukankan nenek moyang kita telah mengajarkan arti perbedaan ? Berbeda suku, ras dan budaya namun di satukan dalam satu kalimat "Bhineka tunggal Ika", persaudaraan adalah segalanya, siapapun yang terpilih adalah presiden kita, yang di hasilkan dari pemilu dan sistem demokrasi yang bersih dan sehat, dan semoga pemikiran seperti itu bukan menjadi jargon semata, namun sma-sama memahaminya dan dipraktekkan dalam kehidupan sosial. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosok Selengkapnya
Lihat Sosok Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun