Mohon tunggu...
Benyamin Melatnebar
Benyamin Melatnebar Mohon Tunggu... Dosen - Enjoy the ride

Enjoy every minute

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

The Bloody Chantal

30 Agustus 2021   17:56 Diperbarui: 31 Agustus 2021   00:15 576
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: lifestyle.okezone

“ Nooooooooooooooooooooo. “ Britney berteriak sejadinya

Wajahnya penuh luka disertai nanah dan darah. Seolah ada serangga yang sedang hilir mudik dari wajahnya menuju tangan dan kakinya. Ia terus menggaruk tangan, leher dan pipinya. Ia melihat sekelebat bayangan dari cermin. Sepertinya ada yang memperhatikannya. Ia melihat ke arah belakangnya. Tidak ada siapa – siapa disana.

Chapter III

Vivian

Britney berusaha membuka pintu kamarnya, sepertinya terkunci. Ia melihat seorang gadis seusianya datang menghampirinya. “ Aku menyukai ini. “ Tukas gadis pucat itu sambil memegang rambut Britney. 

Gadis itu memutar – mutar kepalanya. Perlahan kulit pipinya membusuk dan daging di wajahnya berguguran. Sehingga Britney bisa melihat dengan jelas tengkorak gadis itu. Ia ketakutan dan berteriak sejadinya. Wajah Britney memerah, jari – jarinya gemetaran dan ia diliputi rasa dingin yang kuat. Ia berusaha membuka pintu kamarnya namun sepertinya ada yang menahan dari luar. Di dalam kamarnya tiba – tiba muncul genangan darah kental dan telah memenuhi lantai kamarnya.

 “ Tidakkkkkk. “ Britney terbangun di atas tempat tidurnya. Ternyata itu hanya mimpi. Untunglah. Ia berkeringat dan wajahnya terlihat pucat. Ia beranjak dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya. Ia menuruni anak tangga dan menuju dapur. Ia mencari aunty Stella maupun uncle Sam dan kedua adiknya. Mereka semua tidak ada di sana. Kembali ia melihat ada seorang gadis kecil sedang bermain dengan sebuah boneka di ruang tamu. Terdengar bunyi piano yang memainkan musik pachelbel’s canon. Menambah kegalauan suasana hati Britney.     

“ Itu bonekaku. “ Tukas Britney sambil menunjuk dengan jari telunjuk kanannya pada Chantal, boneka yang baru ia temukan.

“ Bukan, ini milikku. Lihat ada nama dibelakang boneka ini. Namanya Vivian. Itu namaku, karena boneka ini pemberian ayahku dan diberi namaku supaya tidak tertukar dengan punya kakakku. “ Tukas gadis itu.     

Seketika Britney menggigil dan mengingat bahwa gadis ini muncul di dalam mimpinya tadi dan ia hampir melihat rangka tengkoraknya. Tidak biasanya Britney merasa takut, karena ia terkenal sangat pemberani. Perlahan namun pasti, Britney meninggalkan ruang tamu dan berusaha berlari menuju dapur. Ia berusaha membuka pintu dapur, pintu itu terasa macet. Sekonyong – konyong gadis yang bernama Vivian itu sudah muncul di belakang Britney.

“ Ini untukmu. Kalau kamu mau. “ Tukas Vivian dengan senyumnya yang kaku

Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun