Mohon tunggu...
Benito Rio Avianto
Benito Rio Avianto Mohon Tunggu... Dosen - Ekonom, Statistisi, Pengamat ASEAN, Alumni STIS dan UGM
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Blogger, Conten Creator, You Tuber. Stay di Jakarta, tertarik dengan isu Ekonomi ASEAN dan perekonomian global. Aktif menulis di beberapa media. Menyukai pergaulan dan komunitas internasional. Berharap sumbangan pemikiran untuk kemaslahatan bangsa. Bersama Indonesia ASEAN kuat, bersama ASEAN Indonesia maju. https://www.youtube.com/watch?v=Y95_YN2Sysc

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

ASEAN Chairmanship 2023, Menyambut Keanggotaan Timor Leste

21 Juli 2022   08:23 Diperbarui: 22 Juli 2022   16:45 900
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

2. Kemajuan dan Percepatan Perekonomian

Timor Leste memandang ASEAN dapat menjadi jalur yang bermanfaat untuk memajukan rencana pembangunan ekonominya. 

Negara tersebut berpotensi meraih manfaat ekonomi hingga 3 Trilliun dollar AS dan memiliki basis pelanggan untuk perdagangan sebanyak lebih dari 600 (enam ratus) juta penduduk jika bisa bergabung ke ASEAN. 

Dalam skala lebih luas, bahkan pasar ASEAN yang diperluas dengan terbentuknya Regional comprehensive Economic Partnership (RCEP), akan mempunyai pasar yang mencapai lebih dari 2 (dua) milyar penduduk.

Pada Pilar Ekonomi ASEAN (AEC) menyelenggarakan berbagai program ekonomi seperti inisiatif untuk integrasi ekonomi ASEAN, yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara negara-negara anggotanya. 

Program ini akan memberikan Timor Leste akses yang signifikan ke pendanaan untuk pembangunan nasional. Selain itu, Timor Leste dapat meningkatkan kapasitasnya dalam standar perdagangan internasional karena ASEAN telah mengadopsi berbagai aturan main dalam organisasi perdagangan dunia (WTO).

Dengan terbentuknya ASEAN Free Trade Area (AFTA) tahun 2010 dan ditandatanginya RCEP tahun 2020, Timor Leste kemudahan ekspor dan ekspor baik dari 10 Negara anggota ASEAN, maupun 15 Negara anggota RCEP (ASEAN+ Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru).

Bank Pembangunan Asia (ADB) telah menjadi kontributor terbesar tawaran Timor-Leste ke ASEAN dan WTO. ADB telah memberikan bantuan teknis kepada Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Timor Leste untuk mempelajari dan menganalisis semua kerangka kerja sama ekonomi ASEAN. 

Mitra pembangunan lainnya seperti Korea Selatan, Indonesia, dan Selandia Baru juga memberikan dukungan dalam bentuk lokakarya dan seminar tentang AEC dan WTO bagi anggota kelompok kerja antar kementerian Timor Leste untuk aksesi ASEAN.

3. Mengklaim sebagai bagian dari Asia Tenggara sebagaimana Negara Anggota ASEAN lainnya 

Upaya Timor Leste untuk menjadi anggota ASEAN mencerminkan posisi yang diinginkannya dalam eskalasi hubungan internasional. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun