Bayu Aldhino
Bayu Aldhino

Seorang Mahasiswa Binawisata yang pernah bersekolah di Man 1 Bandar Lampung, yang Hobi Menulis dan Skateboard

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Berburu Penampakan Ikan Massapi Purba di Kolam Alami Tilanga!

19 Mei 2016   07:42 Diperbarui: 20 Mei 2016   02:00 404 5 1
Berburu Penampakan Ikan Massapi Purba di Kolam Alami Tilanga!
Dokumentasi pribadi

Meskipun sebagian besar wisata di Toraja kebanyakan seputar tongkonan dan kuburan, namun masih ada lho wisata lain yang nggak kalah menarik dan berbeda sama sekali dengan Ke’te Kesu’, Buntu Pune, maupun Londa. Nama tempatnya adalah Tilanga. Tidak susah mencari tempat ini jika Anda sudah berada di jalan utama yang menghubungkan antara Rantepao dan Makale. Di pinggir jalan biasanya terdapat papan petunjuk jalan yang jelas ke berbagai tempat wisata di Toraja termasuk salah satunya Tilanga.

Untuk mencapai Tilanga memang harus bersusah-susah dulu mengingat jalan masuk ke objek wisata ini tidak bisa dibilang bagus, malah teramat buruk. Jalannya kecil, banyak lubang, dan sebagian besar jalan hancur. Saat musim hujan pasti akan banyak air yang menggenangi jalan ini. Apalagi jarak dari jalan utama Rantepao-Makale juga agak jauh, sekitar 3 km. Tapi demi melihat wisata yang berbeda saya rela kok menempuh jalan yang jelek ini. Begitu sampai di Tilanga saya agak terheran karena tempat ini begitu sepi. Tidak ada toko-toko souvenir seperti halnya di Ke’te Kesu’ maupun Londa yang saya kunjungi sebelumnya yang ada hanya warung-warung jajanan dll.

Tempat parkir juga seadanya, mungkin hanya cukup untuk beberapa motor saja mobil juga dan itupun memakai teras halaman warga setempat. Untuk masuk ke kolam alami Tilanga pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar Rp. 1.000 untuk anak-anak, 5.000 untuk orang dewasa wisatawan lokal, Rp 10.000 untuk turis. Tilanga ini cukup sepi. Mungkin karena masih jarangnya promosi dan dinas pariwisata khususnya harusnya lebih memperhatikan tempat wisata Tilanga ini, terutama untuk akses kesana jangan sampai wisatawan ogah-ogahan untuk datang karena kondisi jalannya setidaknya alangkah bagus sekali jika dibuat senyaman mungkin untuk wisatawan lokal dan asing.

Nah, seperti apa sih Tilanga? Tilanga merupakan kolam alami yang berada di bawah pegunungan kapur. Kolam alami Tilanga ini menurut saya agak gelap karena di sekitarnya dikelilingi pepohonan yang tinggi-tinggi dan rimbun. Karena rimbunnya pohon inilah sinar matahari agak sulit menyinari kolam secara langsung. Kolamnya sendiri tidak terlalu luas dengan kedalaman yang berbeda-beda. Mulai dari yang dangkal hingga yang cukup dalam sampai lima meter juga ada. Air di kolam alami ini juga jernih banget lho pas banget digunakan untuk pemandian.

Daya tarik utama kolam alami Tilanga sebenarnya bukan karena tempat pemandiannya. Tapi karena di dalam kolam Tilanga terdapat moa (belut berkuping) yang kerap muncul dari celah-celah bebatuan yang mengelilingi kolam. Belut berkuping ini dalam bahasa Toraja disebut dengan masapi. Uniknya lagi, masapi yang ada di Tilanga merupakan masapi putih, tidak seperti masapi di daerah Toraja lain yang umumnya berwarna hitam. Cerita mengenai masapai memang sedikit berbau mistis. Menurut cerita, masapi merupakan belut yang bisa membawa keberuntungan. Bagi orang yang bisa melihat masapi konon permintaan dan harapannya akan dikabulkan.

Sayangnya untuk memunculkan masapi juga tidak gampang. Tidak semua orang bisa memunculkan masapi. Biasanya masapi dipancing dengan menggunakan telur bebek rebus dan yang memancingpun harus anak-anak. Pengunjung yang ingin memancing masapi dengan telur rebus juga dipersilakan. Namun kebanyakan mengalami kegagalan dan tidak berhasil melihat masapi. Bagaimana dengan saya? Sudah dapat dipastikan saya juga nggak melihat masapi. Bahkan mata sudah melototin di sela-sela bebatuan juga tidak ditemukan. Ahaha.. 

Selain cerita tentang masapi, sebenarnya tidak ada yang begitu istimewa dari kolam Tilanga. Air kolam yang begitu jernihnya itupun tidak menggoda saya untuk mandi. Saya hanya duduk-duduk di bebatuan yang ada di tepi kolam sambil makan snack yang saya bawa, mengambil beberapa foto, dan menikmati sejuknya suasana di Tilanga. Bagi Anda yang ingin mandi tidak perlu risau digigit masapi karena menurut cerita masapi disana jinak-jinak dan tidak akan menggangu manusia. Tapi ada aturannya kalau mau mandi disana, pengunjung dilarang menggunakan sabun, shampoo, atau benda lain yang berbau deterjen. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelestarian hidup masapi yang ada di Tilanga. Terlepas dari benar atau tidaknya cerita tentang masapi, Tilanga menjadi objek wisata alternative di Toraja selain dari kuburan dan tongkonan. Tertarik memancing masapi?

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Eeiitts nanti dulu jika anda ingin memancingnya saya sarankan jangan karena ikan massapi ini sangat keramat bagi kepercayaan orang setempat karena itu ada kejadian bahkan ketika ada turis berhasil memancingnya lalu ia bawa pulang tak lama kemudian saat ia mendapatkannya si turis jatuh sakit, ia kembalikan lagi si ikan ketempat asalnya di Tilanga dan ia dianjurkan kepada masyarakat setempat untuk melakukan ritual tertentu. Begitu singkat cerita yang saya tau dari kak monalisa (masyarakat lokal) mengenai cerita ikan massapi putih itu. Wah cukup misterius juga ya ikan ini kalian gak bakal nyesel kok datang kesini sebab tempatnya bagus untuk berenang yang menyukai pemandangan menyejukkan dan menangkan hati ya disini kalian bisa dapatkan semua paket untuk melepas lelah dan penat, tempat ini recomended banget deh, hehe...

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Yah setelah ngobrol-ngobrol lagi dengan kak monalisa, ada yang menarik perhatian saya mengenai tempat pariwisata keren ini yaitu anak-anak yang melompat dari atas bebatuan yang tingginya kira-kira 15meter sampai kolam mereka loncat seperti itu hanya untuk mendapatkan uang dari pengunjung lain biasanya sekali lompat dapat 5ribu, 10ribu hingga 20ribu haha lucu sekali melihat tingkah mereka yang hanya memakai kolor dan terjun layaknya atlet akrobat renang. Dan katanya juga ada seoarang bocah setempat dulu lompat dari bebatuan kira-kira tahun 2000an sudah lama sekali, ia terjun kedalam kolam lalu tidak muncul kembali kepermukaan kata sumber kak monalisa sih disembunyikan makhluk gaib, wah memang tempat begini pasti ada makhluk gaibnya maka itulah kita sebagai makhluk yang berakal dan mempunyai tata krama sopan santun harus mengerti ini bagaimana caranya izin ketempat baru untuk berwisata tidak mengotori buang sampah sembarang menjaga lingkungan. Nah itu baru namanya traveller sejati.