Mohon tunggu...
Haji Dwi Sugiarto
Haji Dwi Sugiarto Mohon Tunggu... Wiraswasta - Bergerak Berjuang Ber-Demokrasi

Tiyang Jawi nembe Sinau lan Nyinauni Jawi supados Njawani. Rawe-rawe rantas malang-malang putung.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cinta Tulus

14 Juli 2020   21:46 Diperbarui: 26 Juli 2020   08:20 103
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

. . .

Kehidupan masyarakat lembah ngarai yang subur makmur itu, memang mempunyai ketrampilan khusus dalam membangun rumah dari kekayuan. Ketrampilan yang diturunkan oleh orang tua kepada anak-anaknya sebagai suatu keahlian wajib dimiliki oleh para anak laki-laki selain ilmu bercocok tanam.

Lembah ngarai yang berada tepat diantara bukit-bukit dan pegunungan yang pada saat dimulainya kehidupan bermasyarakat masih mempunyai hutan lebat yang tumbuh pohon-pohon besar sudah puluhan mungkin ratusan tahun hidupnya. 

Tentu binatang beraneka macam hidup di hutan tersebut, karena ekosistem daur hidup atau kebutuhan bahan makanan tersedia melimpah. 

Kebun dan persawahan sebagai sumber hidup kehidupan masyarakat tersebut terairi dari sungai yang ada cukup besar yang berhulu dari pegunungan sekitarnya yang tampak kokoh sebagai paku bumi. 

Air yang cukup bening berkilau mengalir dari hulu ke lembah ngarai tersebut dengan tanpa putus dan juga tanpa hambatan berarti, tidak mengenal musim selalu memberikan kehidupan bagi mahluk hidup sekitarnya. Sungguh penuh kedamaian dan tercukupi semua kebutuhan masyarakat di lembah ngarai tersebut selama ini. Dari alam semesta lingkungannya yang selalu terjaga keseimbangannya.

Di perkebunan maupun persawahan yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar tersebut dan juga untuk menjadikan bahan tukar barang dengan bahan kebutuhan yang hanya bisa dipenuhi dari luar lembah ngarai tersebut, semisal garam, juga bahan pakaian yang belum semua dapat dibuat oleh masyarakat dalam lembah ngarai itu.

Kebutuhan akan lauk pauk bagi penghuni lembah ngarai tersebut, juga lebih banyak swadaya peternakan unggas juga kambing. Namun lebih banyak beternak ikan air tawar, karena melimpahnya air bersih dari pegunungan sekitar melalui lembah ngarai menuju laut lepas. Sungguh banyak karunia yang diberikan Sang Pengasih pada masyarakat tersebut. 

Sebagai wujud terima kasih mereka dengan tetap menjaga keseimbangan alam sekitar, dengan menggunakan secukupnya tak lupa juga menjalankan kewajiban sebagai insan mahluk yanh lemah kepada Sang Pencipta.

...

Sambil menikmati kopi sufi sesepuh lembah ngarai bersama laki cicit satu-satunya, bercampur segala rasa pada dirinya. Sedih campur penyesalan yang dalam namun disadari tak perlu larut tiada henti. Terpercik harapan bahagia sejati karena cinta tulus dari hati yang paling dalam masih ada kesempatan untuk berbahagia kembali bersama masyarakat sekitarnya di masa akan datang. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun