Mohon tunggu...
Bang Casman
Bang Casman Mohon Tunggu... Lainnya - Anak betawi yang belajar menulis

Akun ini digunakan untuk saling berbagi apapun yang bermanfaat dan untuk peningkatan kompetensi bersama.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sang Peminta

8 Januari 2021   15:02 Diperbarui: 8 Januari 2021   15:03 148
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Arunika berdiri ponggah pada singgasana ujung cakrawala

Mengusir pergi embun tua yang telah habis masanya

Lenyap terbang musnah menjadi udara tanpa beban

Menjemput sebuah  takdir dan terlahir kembali dalam butiran air entah kapan

Suara bergetar dalam tangis menggelegar

Tengadah tangan tengadah hati tengadah jiwa

Berharap iba sang pemilik singgasana

Netra beretalase tanpa ada cahaya

Hanya serangkai ucap terpuja membawa sebuah buket pinta

Rasa terpuruk hilang bentuk menatap rezeki yang terceruk

Takut..

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun