Mohon tunggu...
Bambang Trim
Bambang Trim Mohon Tunggu... Pendiri Institut Penulis Indonesia

Tukang buku keliling ini telah lebih dari 25 tahun berada di jagat perbukuan sebagai penulis, editor, dan konsultan. Ia pernah memimpin beberapa penerbit nasional. Kini menjabat sebagai Ketua Umum Penpro (Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia), Direktur Institut Penulis Indonesia, serta Direktur LSP Penulis dan Editor Profesional.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Penulis Subuh yang Tersenyum

29 November 2020   06:57 Diperbarui: 29 November 2020   07:22 147 10 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Penulis Subuh yang Tersenyum
Sumber: kaitirkkonenphotos/Canva Pro

Penulis subuh terjaga dini hari. Ia menggumpalkan gagasan dari sisa mimpi. Subuh adalah masa yang berharga di antara kala yang tak lagi ada.

Penulis subuh bermunajat agar tulisannya bermanfaat. Zikirnya menembus lapis-lapis langit. Sunyi-sepi meramaikan hatinya tentang syukur yang tak bertepi.

Penulis subuh menggerakkan pikiran dan perasaannya. Di kanannya ada secangkir teh dan di kirinya ada sebuah buku. Teh dan buku memberi jeda baginya untuk merenung. Masihkah elok ia menuliskan senja?

Penulis subuh mengikat makna penuh suka cita. Ia mengetikkan kata, frasa, kalimat, dan alinea hingga paripurna. Senyumnya turut mengisi margin di ruang putih.

Penulis subuh menuntaskan hanya dua halaman. Cukup dua halaman. Sebulan dapat terwujud enam puluh halaman, begitu pikirnya. Ia menghitung hari-hari dari sisa kala yang niskala.

Subuh telah beranjak. Matahari bermain ciluk-ba bersama tirai yang digelitiki angin. Penulis subuh bergegas.

Sampailah ia di dalam kelas. Murid-murid menantinya dengan antusias. "Selamat pagi, Anak-anak!"

"Selamat pagi, Bu!"

"Sudahkah kalian kerjakan PR kemarin?"

"Sudah, Bu!"

"PR apakah itu?"

"Bangun subuh!"

Bogor, 29 November 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x