Mohon tunggu...
Bambang Syairudin
Bambang Syairudin Mohon Tunggu... Dosen - Bams sedang berupaya untuk menayangkan SATU per SATU PUISI dari DUA PULUH DELAPAN rincian PUISI tentang TIDAK HARUS. Semoga bermanfaat. πŸ™πŸ™

========================================== Bambang Syairudin (Bams), Dosen ITS. ========================================== Bambang Syairudin PERINGKATMU #2 Di tahun 2022 (Sumber: Kaleidoskop Kompasiana 2022) ========================================== Bambang Syairudin, Kompasianer Teraktif #1 (Sumber: Kaleidoskop Kompasiana 2022) ========================================== Ini bukan untuk menyombongkan diri, tapi untuk mengingatkan diri agar tidak lupa mensyukuri. ==========================================

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Macro Puisi: Teori Melahirkan Teori

24 Oktober 2022   01:00 Diperbarui: 24 Oktober 2022   02:28 126
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar Ilustrasi merupakan dokumen karya pribadi (Karya Bambang Syairudin)

Macro Puisi: Teori Melahirkan Teori

teori melahirkan teori
membentuk silsilah teori
menyerupai jaringan hirarki
yang kian membelukar sekali

mereka hidup berkembang
cenderung saling menopang
menyibak rahasia jadi terang
yang samar jadi benderang

untuk mempelajari
keseluruhan teori ini
diperlukan proses panjang
agar temuannya tak hilang

mereka dialirkan ke alam pikir
setiap generasi tanpa akhir
sembari terus berpikir
agar segera bisa lahir
teori yang mutakhir

(teori melahirkan teori, 2022)

Puisi keenam dari delapan rincian judul puisi tentang Teori, khususnya tentang Teori Melahirkan Teori. Semoga bermanfaat.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun