Mohon tunggu...
Bambang Subroto
Bambang Subroto Mohon Tunggu... Lainnya - Menikah, dengan 2 anak, dan 5 cucu

Pensiunan Badan Usaha Milik Negara, alumni Fakultas Sosial & Politik UGM tahun 1977. Hobi antara lain menulis. Pernah menulis antara lain 2 judul buku, yang diterbitkan oleh kelompok Gramedia : Elexmedia Komputindo. Juga senang menulis puisi Haiku/Senryu di Instagram.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kesombongan di Puncak Gunung

25 Agustus 2022   19:23 Diperbarui: 25 Agustus 2022   19:27 97 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Karya Kumi Yamashita  -  Bersumber dari twitter CameraLab

Gunung sebenarnya merasa tabu, manakala dijadikan lambang keberhasilan yang menghalalkan segala cara. Itu bukan lambang aktualisasi diri. Lebih mencerminkan puncak kesombongan tinggi.

Puncaknya memang terkesan menyentuh langit. Lalu mengaku mereka bukan lagi gelembung buih. Merasa seperti huruf besar yang congkak. Lalu menuliskannya di atas riak air yang dulu pernah dilakukannya. 

Seisi bumi didikte. Karena penyaksiannya dari atas gunung, mereka merasa bisa hidup makmur, hingga tak perlu berbaur.

Dilihat dari kejauhan, gunung tinggi itu berpuncak putih. Sosoknya gagah bercahaya. Nyaris bebas dari prasangka maupun citra. Lalu terbayangkan, bahwa sebenarnya di sana ada mata air yang sangat bijaksana.

Memang, jika sudah berada di puncak gunung, bisa jadi hati ini mudah "trenyuh" tersentuh. Lalu merasa hening, makin menghayati hal-hal yang penting.

Gunung itu tahu diri. Tak pernah berusaha mempertinggi kewibawaan hanya dengan gengsi. Selalu ada kebijakan yang patut dijalani. Merasa tak pernah terkekang, walau sudah tinggi menjulang. Tapi ternyata martabatnya dirusak sendiri : "Laesa malestas". Baru menyesal setelah itu melintas.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan