Mohon tunggu...
Bambang Subroto
Bambang Subroto Mohon Tunggu... Lainnya - Menikah, dengan 2 anak, dan 5 cucu

Pensiunan Badan Usaha Milik Negara, alumni Fakultas Sosial & Politik UGM tahun 1977. Hobi antara lain menulis. Pernah menulis antara lain 2 judul buku, yang diterbitkan oleh kelompok Gramedia : Elexmedia Komputindo. Juga senang menulis puisi Haiku/Senryu di Instagram.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Berkemas Meninggalkan Cemas

30 September 2021   05:18 Diperbarui: 30 September 2021   05:28 127
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bakat cemas kalau mampu ditipiskan. Bukan ditebal-tebalkan. Untuk itu para politisi pun perlu lebih meningkatkan empati. Unjuk gigi itu perlu, tapi janganlah bermandi ambisi setiap hari.

Bangsa yang belajar berjalan lagi memang perlu kekompakan. Satu langkah, satu arah. Karena kecemasan harus dilawan dengan kegairahan.

Mengelola cemas tanpa kecemasan, praktiknya sungguh sulit.

Berkemas meninggalkan cemas adalah membangun kembali hasrat untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Cerminan makhluk sosial tentu tidak seperti dulu lagi. Senang berkerumun dalam keadaan belum imun. "Mangan ora mangan, sing penting ngumpul" perlu penyesuaian di sana sini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun