Mohon tunggu...
Bambang Mintorogo
Bambang Mintorogo Mohon Tunggu... Novelis - Penulis, penyair, novelis

Penulis merupakan pengiat sastra di kota Yogyakarta

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Black Rose Isabel (Hal 85-98)

25 Maret 2022   22:24 Diperbarui: 25 Maret 2022   22:27 129
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

......

Isabel dan rombongan meneruskan perjalanannya. " Kita butuh kendaraan, di sana ada taksi." Isabel mengganguk ." Fox, jangan berlebihan memperlakukan mereka ." Fox tersenyum lebar. " Mereka layak menerimanya Bella, kurasa  mereka masih beruntung tidak kubunuh ."

" Maksudku, kita tidak perlu menarik perhatian orang-orang, di sini banyak orang sakti. " Fox menatap Isabel." Maksudmu Bella ?. " Sahut Pluto. " Sejarah kebesaran masa lampau kerajaan Majapahit dan kerajaan -kerajaaan besar di Indonesia mewariskan orang-orang hebat. Kita tidak perlu mengambil resiko untuk itu ."

" Oke, aku mengerti ."  Mendekati kedai kopi, rombongan  di sambut oleh Amir." Selamat pagi tuan dan nona-nona, silahkan menggunakan taksi untuk memperlancar perjalanan anda ."

John memperhatikan sosok Isabel yang sangat cantik, lalu memperhatikan yang lain, di mana sosok mereka tampak merupakan sosok para elit. Ia berfikir bagaimana orang-orang kaya raya itu mau  memilih kendaraan orang-orang kelas bawah."  Kami butuh dua taksi ."

" Dengan senang hati ." Jawab Amir pada Jonathan, Isabel menatap tajam ke arah John, yang masih santai menenggak sisa air kopi di gelasnya." Kamu antar saya ." John menenggok  ke kanan dan ke kiri, lalu mengarahkan telunjuk  ke arah dirinya." Saya ?." Kagetnya.

Isabel mengangguk mengiyakan jawabannya yang menunjuk dirinya, ia tanpa banyak berfikir ia bergegas mempersiapkan taksinya.

"  Wo, ayo temani aku ." Dewo menggeleng-gelengkan  kepala.  " Tidak  John, jatah narik ku buatmu." Amir mendorong bahu Dewo." Iya. Masak satu taksi untuk berenam, kau pikir odong-odong apa !. " Sahut Eko. " Oh, i, i, iya boss ."

.......

Taksi tiba di tempat yang di tuju. John dan Dewo turun membuka pintu taksi. Sesekali John menatap Isabel yang sejak bertemu, mengundang banyak pertanyaan akan sosok Isabel yang aneh.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun